Sembilan Buku Ini Pengaruhi Hidup Steve Jobs (2-Habis)

NEW YORK — Mengapa Apple bisa berinovasi setiap waktu? Steve Jobs pernah menjawab karena ketika dia memperkenalkan iPad, Apple bukan sekadar perusahaan teknologi. Jobs memberikan sentuhan manusia kepada Apple. Oleh sebabnya, Apple mampu membuat produk yang canggih dari sudut pandang teknologi dan intuisi manusia sehingga mudah digunakan.

Perspektif-perspektif tersebut diperoleh Jobs karena hobinya membaca. Berdasarkan biografi yang ditulis Walter Isaacson, ini dia sembilan buku yang memengaruhi kehidupan Jobs, dilansir dari Techcrunch, Jumat (6/8).

5. ‘Diet for a Small Planet‘ oleh Frances Moore Lappe
Tahun pertama di Reed College, Jobs juga membaca buku yang menceritakan tentang diet kaya protein para vegetarian. Sejak membaca buku ini, Jobs berhenti makan daging. Buku ini menjadi panduan Jobs untuk membersihkan metabolisme tubuhnya dengan cara berpuasa.

6. ‘Mucusless Diet Healing System‘ oleh Arnold Ehret
Diet Jobs semakin berani usai membaca buku ini. Dia melakukan diet ekstrem, salah satunya hanya makan wortel saja selama beberapa pekan. Jobs pun pernah mengaku kulitnya berubah menjadi oranye. Tapi, jangan pernah mencoba diet serupa. Ashton Kutcher mencoba diet yang sama karena harus memerankan Steve Jobs di sebuah film. Hasilnya, Ashton dilarikan ke di rumah sakit.

7. ‘Autobiography of a Yogi‘ oleh Paramahansa Yogananda

Yogi adalah seorang guru yoga di India. Jobs membaca buku ini sewaktu SMA dan kembali membacanya sewaktu tinggal di sebuah wisma di kaki Pegunungan Himalaya. Jobs membaca buku ini sembari berjalan kaki berkeliling desa di sana dan akhirnya dia pulih dari penyakit disentri. Buku ini menjadi bagian utama kehidupan Jobs, sebab pasti dibacanya sekali setahun.

8. ‘Zen Mind, Beginner’s Mind‘ oleh Shunryu Suzuki
Setelah kembali dari India, Jobs semakin berminat dengan meditasi. Jobs pun mengunjungi penulis buku ini yang tak lain seorang biarawan di Jepang. Jobs mengaku Zen memberikan pengaruh banyak dalam hidupnya. Pernah dirinya berpikir untuk menetap sebagai seorang biarawan di Kuil Eihei-ji, namun penasihat spritualnya menyarankan dirinya untuk tetap tinggal di California.

9. ‘The Innovator’s Dilemma‘ oleh Clayton M Christensen
Jobs menilai kanibalisme adalah bagian penting dalam perkembangan inovasi. Buku ini menceritakan bahwa sebuah perusahaan bisa hancur karena kesuksesan perusahaan itu sendiri. Usai membaca buku ini, Jobs mengatakan hal itu tak akan terjadi pada Apple. Itulah mengapa dia bisa menciptakan cloud computing.

Sumber: republika.co.id

Leave a comment

Filed under Perpustakaan

Silahkan Memberikan pesan / komentar

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s