TENGGARONG – Wakil Ketua Komisi X DPR RI, Hetifah mengajak masyarakat untuk gemar membaca. Menurutnya, perpustakaan menjadi tempat alternatif untuk belajar.

Wakil Ketua Komisi X DPR RI Hetifah menghadir “Safari Gerakan Nasional Pembudayaan Gemar Membaca” di Perpustakaan Umum dan Taman Pinta di Tenggarong, Kukar.

Hal ini seperti disampaikan pada acara “Safari Gerakan Nasional Pembudayaan Gemar Membaca” di Perpustakaan Umum dan Taman Pintar, Kabupaten Kutai Kartanegara, Kalimantan Timur.

“Perpustakaan bisa menjadi tempat ketiga bagi anak-anak merasa nyaman untuk belajar dan bertanya. Jadi bukan hanya di sekolah dan rumah”, ujarnya Menurut Hetifah, dalam hal membaca, anak-anak masih menghadapi problem.

“Problem anak-anak Indonesia antara lain mereka bisa membaca tapi tidak mengerti apa yang mereka baca”, kata Hetifah.

“Sekarang challengenya bukan hanya menyediakan buku dan informasi karena sekarang yang ada adalah melimpahnya informasi. Jadi bagaimana pembaca bisa mengerti dan memiliki pemikiran kritis”, lanjut Hetifah.

Syarif Bando, Kepala Perpustakaan RI, yang hadir dalam acara itu menyampaikan pentingnya membaca bagi masyarakat.

“Sikap paling positif di dunia ini adalah membaca. Hanya dengan membaca bisa transfer pengetahuan”, kata Syarif.

Dalam rangka meningkatkan gerakan nasional gemar membaca, Perpustakaan RI telah bekerja sama dengan Kementerian Desa.

“Saya sudah bekerja sama dengan Kemendes untuk membangun perpustakaan di desa”, lanjut Syarif.

Syarif berpesan agar masyarakat tak segan-segan membagi ilmu. Menurutnya, membagi ilmu tidak akan kehabisan. Semakin dibagi, ilmu semakin banyak.

Eka Mustika Wati, Kabid Pengembangan dan Pembudayaan Kegemaran Membaca Dinas Perpustakaan dan Kearsipan Kaltim menyampaikan beberapa persoalan yang dihadapi.

“Ada beberapa masalah di kami. Koleksi perpustakaan tidak teranggarkan dengan baik. Jumlah dan kualitas koleksi masih rendah. SDM perpustakaan juga terbatas. Minim apresiasi terhadap profesi pustakawan”, keluhnya.

Meski terdapat berbagai masalah, Perpustakaan Kaltim telah memanfaatkan teknologi agar memudahkan para pemustaka.

“Kami sudah ada beberapa program. Kami sudah membuat iKaltim salah satunya”, jelas Mustika.

Pegiat literasi yang menjadi narasumber acara ini, Erwan Riyadi, berbagi cerita pengalaman membacanya. Ia menuturkan gemar membaca koran sejak kelas lima SD. Dengan banyak membaca, pengetahuannya lebih banyak dibanding teman-teman lainnya.

“Dengan membaca akan meningkatkan kompetensi menulis juga kompetensi berpikir”, ujarnya.

Peserta acara, Kadir, mengapresiasi acara ini dan mengusulkan agar disetiap kecamatan dibangun perpustakaan. “Saya usul pada pemerintah melalui Bu Hetifah agar setiap kecamatan dibangun perpustakaan”, kata Kadir.

Kepala Dinas Kearsipan dan Perpustakaan Kukar, Aji Hasanuddin menyampaikan bahwa pengembangan perpustakaan di Kukar sangat membutuhkan dukungan Pemerintah Pusat.

Dalam acara ini Dinas Kearsipan dan Perpustakaan Kabupaten Kukar mengenalkan program Integrasi Library System (Inlislit). Program ini untuk memudahkan pemustaka mencari koleksi buku di perpustakaan melalui sistem online.

Sumber : tribunnews.com

Advertisements

Silahkan Memberikan pesan / komentar

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out /  Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out /  Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out /  Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out /  Change )

Connecting to %s