AMBON – Kroasia yang lolos hingga ke babak final jadi tim yang tidak diperhitungkan. Tim-tim besar sekelas Argentina, Brasil, Jerman, Portugal dan Inggris yang jadi andalan malah angkat kaki duluan. Mata penonton dunia dibuat terbelalak saat Kroasia lah yang tampil menjadi runner up pada Piala Dunia Russia 2018. Nah, hal tersebut tampaknya pas bila dipasangkan dengan Perpustakaan Desa (Perpusdes) Hatukau Negeri Batu Merah Kecamatan Sirimau Kota Ambon.

Arita Muhlisa, pegiat Perpustakaan Desa (Perpusdes) Hatukau Negeri Batu Merah yang berada di Kantor Desa Batu Merah Kecamatan Sirimau Kota Ambon, Senin (23/7/2018). FOTO : FRISKA BIRAHY (TERASMALUKU.COM)

Arita Muhlisa dengan penghargaan di Perpusdes

Tak ada yang menyangka jika untuk pertama kalinya Perpusdes dari timur Indonesia ini masuk dalam enam besar lomba perpustakaan tingkat nasional. Perpustakaan desa ini bahkan jadi satu satunya perwakilan Indonesia Timur diajang tersebut. “Tim penilai dari Universitas Indonesia sampe bilang katong ini macam Kroasia. Seng diperhitungkan tapi masuk di enam besar,” ujar Arita Muhlisa, pegiat Perpusdes Negeri Batu Merah kepada Terasmaluku.com Senin (23/7/2018).

Perpusdes Hatukau yang baru setahun berdiri menampilkan performa terbaik bersaing dengan 7.300 Perpudes se Indonesia. Perpusdes Hatukau sejatinya ada sejak 2011. Sayangnya relawan dan kegiatan minim sehingga aktifitas Perpusdes membeku cukup lama. Baru pada 2017, Perpusdes digiatkan kembali.  Bermodalkan dana PAD dan dibantu seorang tenaga relawan lain, mereka mulai menata perpustakaan yang masih menempati pojok gedung serbaguna Kantor Desa Batu Merah itu.

Memang salah satu syarat masuk nominasi perpustakaan terbaik yakni kelengkapan administrasi dan bangunan. Namun Perpusdes Hatukau mengupayakan yang terbaik. “Ada bantuan dana PAD empat ratus ribu, sejuta katong bali globe, kertas buat form pinjam buku dan kelengkapan lain. Supaya lengkap to,” sambung alumnus Fakultas Ekonomi Universitas Pattimura 2008 itu. Ini merupakan kali pertama bagi Perpusdes Hatukau tampil di ajang bergengsi tingkat nasional.

Perempuan 29 tahun ini mengatakan tak ada pengalaman khusus dalam menata perpustakaan yang masuk kategori penilaian nasional. Semua dilakukan otodidak. Pembukuan, penataan ruang perpustakaan dan hal administrasi lain dipelajari melalui mbah google. Sistem digitalisasi UMKM pun dibantu mitra market place. Sementara pengadaan buku koleksi Perpusdes mengandalkan sistem pinjam ke perpustakaan nasional. Sebanyak 100 judul buku berbeda dipinjam selama tiga bulan untuk dibaca warga. Usai itu dikembalikan lalu meminjam judul yang baru. Begitu seterusnya.

Dengan semua usaha keras itu dirinya kerap dilanda kebuntuan lantaran perpustakaan sempat minim pengunjung. Rasanya terlalu kuno jika harus membaca di perpustakaan. Karena itu munculah ide untuk membuat beragam kegiatan yang berdampak bagi warga sekitar melalui perpustakaan. “Nah itu yang kata tim juri bikin katong nilai tinggi dari yang lain,” katanya bangga.

Belajar komputer dan bahasa Inggris gratis, pelatihan memasak dan skills UMKM kepada ibu rumah tangga dan pelaku usaha. Bahkan kini Perpusdes Hatukau memiliki bank data UMKM sendiri. Beberapa pengusaha UMKM bahkan sukses berkat buku-buku di perpustkaan. Mereka memanfaatkan fasilitas gratis mencari resp masakan hingga strategi berjualan secara online.

Terbukti, pada Juni 2018, Arita bersama Irma Idris, penjual makanan sehat terbang ke Jogja. Mereka diganjar penghargaan Perpus Impact terbaik yang merupakan program Perpus Seru. Bermodal itu pula, Perpusdes Batu Merah masuk dalam enam besar perpustakaan terbaik tingkat nasional. Kini mereka tinggal menunggu penentuan peringkat perpustakaan terbaik tingkat nasional.

Selain Perpusdes Batu Merah, Perpudes Passo juga ikut kontestasi perpustakaan terbaik dan meraih peringkat tiga tingkat provinsi. “Tanggal 25 katong mau terima penghargaan yang tingkat provinsi. Ya semoga ada harapan yang tingkat nasional. Sebab seng disangka bisa kalahkan ribuan Perpusdes,” bebernya. (BIR)

Sumber : terasmaluku.com

Advertisements

Silahkan Memberikan pesan / komentar

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out /  Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out /  Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out /  Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out /  Change )

Connecting to %s