Pemerintah Kota Samarinda menggelar kegiatan Pemasyarakatan Perpustakaan dan Minat Baca. Kegiatan berlangsung Senin 23 Juli 2018 di Ruang Rapat Utama Lantai II, Balaikota Samarinda.

Kegiatan Pemasyarakatan Perpustakaan dan Minat Baca. Kegiatan berlangsung Senin 23 Juli 2018 di Ruang Rapat Utama Lantai II, Balaikota Samarinda.

Dalam agenda ini, hadir Kepala Dinas Perpustakaan dan Kearsipan Kaltim, HM Aswin sebagai salah satu pemateri. Menurut Aswin, pengembangan minat baca di Kalimantan Timur terus berlanjut. Peningkatan perpustakaan dan minat baca, karena itu, menjadi satu prioritas pembangunan yang telah dicanangkan oleh Pemerintah Daerah Provinsi Kalimantan Timur di tengah upaya peningkatan kualitas sumber daya manusia.

“Berbagai potensi sumber daya alam yang kita miliki hanya akan memberikan manfaat bagi kemakmuran masyarakat apabila kita sendiri yang mengelolanya. Kita tidak boleh hanya menjadi penonton dalam melakukan aktivitas pembangunan kita. Prasyarat untuk dapat menciptakan sumber daya manusia yang memiliki keungggulan kompetitif sangat ditentukan oleh kualitas pendidikan. Bangsa yang maju adalah bangsa yang sangat memperhatikan pembangunan di bidang pendidikan, ujar Aswin dalam paparannya.

Meski begitu, Aswin menggambarkan jika pembangunan pendidikan di Indonesia secara umum belum digarap secara sungguh-sungguh. Aswin mencontohkan hasil survei UNESCO tentang kualitas pendidikan pada 12 negara di Asia yang menempatkan Indonesia diurutan ke 12 yang ternyata posisinya masih dibawah Vietnam.

“Kebijakan pendidikan kita yang tidak berorientasi pada mutu menyebabkan infrastruktur pendidikan jauh dari memadai, misalnya Perpustakaan Sekolah. Kita masih melihat Perpustakaan Sekolah yang dikelola seadanya. Gedungnya sangat kecil, tidak memiliki petugas tetap, koleksinya terbatas hanya buku-buku paket dan berbagai aspek perpustakaan lainnya yang kurang memadai. Padahal fungsi Perpustakaan Sekolah menempati posisi yang strategis dalam penerapan kurikulum melalui proses belajar dan mengajar di sekolah,“ tandas Aswin.

Karena itu, Aswin mendorong agar seluruh pihak berkomitmen untuk meningkatkan kualitas pendidikan dengan menyempurnakan metode tranformasi ilmu pengetahuan di sekolah yang berbasis perpustakaan. Upaya mengubah paradigma lama yang menganggap perpustakaan hanya sebagai pelengkap sekolah, menurut Aswin, sangat bertentangan dengan fungsi Perpustakaan Sekolah yaitu fungsi edukatif, fungsi informatik, fungsi administratif, fungsi riset dan fungsi rekreatif.

Aturan juga menyebutkan perlunya peran perpustakaan dimaksimalkan. Misal, Manifesto UNESCO tentang Perpustakaan Sekolah yang mengatakan bahwa Perpustakaan Sekolah hendaknya dikelola dalam kerangka kerja kebijakan yang tersusun secara jelas. Sebagai sarana bagi para murid agar terampil belejar sepanjang hayat dan mampu mengembangkan daya pikir agar mereka dapat hidup sebagai warga negara yang bertanggung jawab.

Kemudian dalam UU Nomor.20 Tahun 2003 tentang Sistem Pendidikan Nasional dikatakan bahwa pada setiap sekolah harus ada perpustakaan yang digunakan sebagai penunjang proses pembelajaran. Dalam proses pembelajaran diperlukan perpustakaan untuk merangsang kegairahan berpikir bagi para peserta didik.

“Dengan demikian, sebenarnya tidak boleh lagi ada Perpustakaan Sekolah yang kekurangan buku, tenaga dan sarana prasarana dan layanannya tidak jelas kapan dibuka dan ditutup. Adanya kewajiban bagi sekolah/madrasah mengalokasikan dana minimal 5 persen dari anggaran operasional sekolah untuk perpustakaan seperti yang disyaratkan dalam UU No.43 Tahun 2007 tentang Perpustakaan, diharapkan akan membawa perubahan dalam pengembangan Perpustakaan Sekolah,“ ujar Aswin.

Keberadaan perpustakaan di tengah-tengah masyarakat juga perlu dimanfaatkan sebagaimana mestinya sehingga kegiatan perpustakaan dapat berjalan dengan baik dan masyarakat mendapatkan nilai tambah, baik dalam ilmu pengetahuan, informasi maupun jasa perpustakaan lainnya. Pemasyarakatan perpustakaan dapat dilakukan oleh penyelenggara/pengelolanya bersama-sama unsur atau pihak lain.

“Hal tersebut sebaiknya dikembangkan untuk semua jenis perpustakaan, sebab dengan adanya usaha pemasyarakatan yang dilakukan dengan baik, para pengguna dapat menelusuri perkembangan perpustakaan. Tujuan diadakannya Pemasyarakatan Perpustakaan Dan Minat Baca adalah tercipta masyarakat yang terdidik, terpelajar, terbiasa membaca dan berbudaya tinggi, pungkas Aswin.

Sumber : kliksamarinda.com

Advertisements

Silahkan Memberikan pesan / komentar

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out /  Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out /  Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out /  Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out /  Change )

Connecting to %s