BANTUL- Perpustakaan Desa Wukirsari, Kecamatan Imogiri satu-satunya wakil dari DIY yang ikut dalam ajang lomba perpustakaan desa tingkat nasional. Bahkan perpustakaan yang berlokasi di Jalan Pramuka, Dusun Manggung, desa setempat itu sudah masuk 18 besar. Proses penilaian oleh tim juri nasional masih berlangsung.

Bangunan Pustaka Desa Wukirsari di Dusun Manggung, Desa Wukirsari, Kecamatan Imogiri, Kamis (19/7/2018).

Bambang Supriyo Utomo, salah satu tim penilai mengatakan lomba perpustakaan desa tingkat nasional sudah berjalan sejak beberapa tahun lalu dan akan terus dilakukan sebagai bentuk apresiasi untuk daerah-daerah yang peduli terhadap keberadaan perpustakaan desa.

Ia memaparkan ada 34 perpustakaan desa yang dinilai oleh tim untuk mencari yang terbaik. Proses penilaian sampai saat ini sudah mengerucut hingga 18 perpustakaan. Dari 18 perpustakaan penilaiannya dibagi tiga kategori, yakni A, B, dan C. Kelompok A masuk kategori kelas berat sebanyak 14 perpustakaan.

Sebanyak 14 perpustakaan tersebut yang masuk di antaranya perwakilan dari Pulau Jawa, Sumatra, dan Sulawesi. Persaingan kategori kelompok A tinggal enam perpustakaan, “Persaingan Perpustakaan Desa Wukirsari tinggal enam,” kata Bambang, saat penilaian di Pustaka Desa Wukirsari, Kamis (19/7/2018).

Hadir dalam penilaian tersebut Bupati Bantul Suharsono, Kepala Badan Perpustakaan dan Arsip Daerah (BPAD) DIY Monica Nur Lastiyani, Kepala Dinas Perpustakaan dan Kearsipan Bantul Agus Sulistiyana, dan beberapa pejabat pemerintah kecamatan dan desa.

Bambang mengatakan kriteria penilaian terdiri dari beberapa komponen di antaranya komponen dasar penyelenggaraan perpustakaan seperti koleksi perpustakaan, layanan perpustakaan yang menyenangkan, sumber daya manusia, anggaran, dan sarana prasarana. Selain itu ada komponen inovasi.

“Yang terpenting ini inovasi, karena yang membedakan satu perpustakaan dengan perpustakaan lain adalah inovasi atau pembeda,” kata dia.

Ketua Pengelola Pustaka Desa Wukirsari Ujang Purnomo mengatakan Pustaka Desa Wukirsari berdiri sejak 2012 lalu di atas lahan 1.200 meter, dengan luas bangunan sekitar 192 meter. Koleksi pustaka saat ini sudah mencapai 5.128 eksemplar, dan ribuan buku dalam bentuk e-book.

Keberadaan pustaka tersebut diakui Ujang bukan sekadar kampanye budaya membaca bagi masyarakat Desa Wukirsari, namun pemberdayaan masyarakat, pemberdayaan anggota dan pengurus pustaka tentang pengetahuan yang mendukung program, serta studi advokasi kebijakan pustaka desa.

Jumlah tamu yang datang ke Pustaka Desa Wukirsari setip bulan rata-rata mencapai 700-800 orang. Pihaknya juga tidak hanya melayani peminjaman buku, namun juga membuat pojok baca di beberapa dusun.

Bupati Bantul Suharsono berharap dengan pencapaian Pustaka Desa Wukirsari semakin meningkatkan motivasi dan kinerja perpustakaan dalam memenuhi kebutuhan informasi masyarakat, sekaligus menjadi stimulan bagi masyarakat untuk aktif dalam memanfaatkan keberadaan perpustakaan.

“Sebagus apa pun bangunan perpustakaan desa, tidak akan berarti apabila tidak dikelola dengan bagus,” kata Suharsono.

Sumber : harianjogja.com

Advertisements

Silahkan Memberikan pesan / komentar

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out /  Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out /  Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out /  Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out /  Change )

Connecting to %s