KLOJEN – Nabila, siswa kelas 5 SDN Lesanpuro 2 Kota Malang asyik membaca komik anak-anak di ruang baca perpustakaan Kota Malang, Minggu (22/7/2018). Di sebelahnya juga ada dua anak lain juga sedang membaca buku cerita dengan bersuara.

Nabila (kanan) dan teman-temannya yang bergabung di TBM “Teras Literasi” mengunjungi perpustakaan Kota Malang, Minggu (22/7/2018) sebagai kegiatan outing class keempat.

Mereka adalah bagian dari 60 anak yang ikut outing class dari TBM (Taman Bacaan Masyarakat) “Teras Literasi” (TL) yang berada di Perum PNS Lesanpuro.

“Senang saya diajak kesini. Bukunya banyak dan ruangannya dingin,” ungkapnya pada suryamalang.com.

Ini pertama kalinya ia ke perpustakaan kota bersama teman-temannya yang lain. Hal sama juga dirasakan Dian, teman sekelas Nabila.

“Saya juga baru pertama ini ke perpus,” katanya. Masing-masing peserta memilih buku sesuai keinginan mereka.

Ada juga yang setelah membaca bermain di ruang mainan khususnya yang masih balita atau peserta yang masih duduk di PAUD.

Sedang peserta yang SMP, membaca buku di lantai 2 yang lebih beragam. “Anak-anak outing class biar gak bosen. Kalau hanya belajar di TL bacannya juga terbatas,” kata Suyanti, koordinator TL terpisah.

Meski ia yakin anak-anak sudah pernah diajak orangtua mereka mengunjungi tempat ini. Namun jika pergi bersama pasti terasa beda.

Ini outing class keempat mereka. Pertama, peserta yang punya minat jadi penulis cilik belajar di AE Publishing.

Kedua, belajar membuat topeng Malang dari warga perumahan setempat, Pongki. Ketiga, belajar menulis lagi ke TBM lain milik Arief yang istrinya penulis. Keempat outing ke Museum Brawijaya dan Perpustakaan Kota Malang.

“Namun baru ini jumlah rombonganya besar. Ada 60 anak dan 10 orangtua. Kalau sebelumnya hanya 12 an karena hanya pada anak-anak yang berminat menulis,” tutur guru ini.

Ia bahagia karena hasil belajar anak-anak menulis akhirnya jadi buku antologi. Ceritanya tentang kisah mereka saat Ramadhan.

“Bukunya terbit ISBN. Saya gak yangka anak-anak akhirnya bisa membuat buku,” kata dia.

Awal tulisan anak-anak memang sederhana soal Ramadhan mereka. Namun tutornya menyempurnakan sambil mengajak anak-anak bercerita sehingga bisa lengkap kisah ramadhan mereka. Sedang Yanti sendiri juga menulis tentang TL.

“Rencana pada September 2018 akan ada open house karya mereka,” katanya.

Kunjungan outing class pada Minggu diawali ke Museum Brawijaya karena perpustakaan baru buka pukul 10.00 WIB.

Mereka berkumpul di lobi museum dan kemudian melihat koleksi museum. Aneka senjata menarik perhatian peserta anak-anak laki-laki.

Begitu juga lemari koleksi berisi burung merpati yang dulunya jadi “tukang pos” untuk berkirim surat pada masa perjuangan tahun 1946 di daerah Lamongan-Bojonegoro. “Bu, ini apa?” tanya seorang peserta ke Yanti menunjuk burung merpati yang telah di air keras.

“Ini burung merpati, sayang. Kalau sekarang, sudah tidak ada yang mengirim surat seperti itu. Sekarang pakai WA,” jawabnya.

Setelah puas di museum, rombongan menyeberang ke perpustakaan. Sebelum masuk ruang baca, mereka dibariskan agar tertib.

Sumber : suryamalang.tribunnews.com

Advertisements

Silahkan Memberikan pesan / komentar

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out /  Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out /  Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out /  Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out /  Change )

Connecting to %s