Calon Wakil Wali Kota Makassar, Indira Mulyasari Paramastuti ingin lorong Makassar miliki taman baca. Foto : Istimewa

MAKASSAR – Calon Wakil Wali Kota Makassar Indira Mulyasari Paramastuti ingin setiap lorong di Kota Makassar memiliki taman baca. Agar budaya literasi terbangun di tengah masyarakat.

Keprihatinan Indira ini disampaikan saat mendengar keluhan warga di Lorong 3 Jalan Rappocini, Kecamatan Rappocini, Minggu (4/3/2018). Salah seorang warga prihatin atas kondisi generasi muda (anak-anak) yang sudah malas membaca. Lebih banyak bermain game online di android dan bermedia sosial.

“Kita akan jadikan taman baca sebagai program pemerintah,” kata Indira saat bertemu ratusan warga.

Dari data United Nations Educational, Scientific, and Cultural Organization (UNESCO) menyebutkan minat baca masyarakat Indonesia sangat rendah, khususnya di kalangan anak-anak.

Minat baca anak Indonesia hanya 0,01 %. Artinya, dari 10 ribu anak hanya satu anak yang suka membaca. Studi Most Littered Nation In the World 2016 juga menyebutkan, minat baca di Indonesia menduduki peringkat 60 dari 61 negara.

“Kita harus prihatin, karena anak-anak adalah pelanjut dan pewaris bangsa ini,” kata Indira.

Program taman baca di dalam lorong ini akan menyempurnakan program dalam lorong pasangan calon Indira, Moh Ramdhan “Danny” Pomanto yang sudah berjalan. Seperti Lorong Garden, Lorong KB, Lorong Inflasi, Lorong Bebas Asap Rokok, Badan Usaha Lorong, dan Lorong Sehat.

Nantinya, kata mantan Wakil Ketua DPRD Makassar ini, taman baca lorong akan dikelola oleh warga atau relawan yang peduli literasi. Mengajarkan anak-anak membaca dan memahami bacaan. kalau ada orang tua yang masih buta huruf juga bisa diajarkan di taman baca. Tanpa perlu mengganggu aktivitas sehari-harinya. Sebab lokasinya dekat dari rumah.

“Kita buat senyaman mungkin,” ujar Indira.

Sebelumnya, Danny Pomanto juga mencetuskan ide lorong tanpa pengangguran di Kota Makassar. Semua ini akan menjadi program Danny-Indira (DIAmi) setelah diusulkan lewat Instagram DIAmi.

Menurut Indira, semua keluhan dan permasalahan warga yang dianggap penting dan mendesak, harus dicatat. Misalnya masalah infrastruktur, kemiskinan, pembagian rastra, kartu KIS, dan persoalan lainnya.

“Kita identifikasi ulang dan cari solusinya,” kata Indira.

sumber : makassar.sindonews.com

Advertisements

Silahkan Memberikan pesan / komentar

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out /  Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out /  Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out /  Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out /  Change )

Connecting to %s