Masa Depan Bangsa Itu Bahagia Tinggal di Rusun Marunda…

JAKARTA, KOMPAS.com – Anak-anak Rusun Marunda, Cilincing, Jakarta Utara, sudah hampir empat bulan menggunakan bus sekolah yang disediakan Dinas Perhubungan dan Transportasi DKI Jakarta.

Setiap pagi mereka diantar ke sekolah masing-masing dan dijemput kembali siang harinya.

Salah satu siswa, Intan Freshia, mengaku menggunakan bus sekolah setiap hari. Dia merasa senang dapat menggunakan bus tersebut secara gratis.

“Enak bus sekolah sih, enggak bayar, AC lagi. Terus langsung sampe di tempat tujuannya (gerbang sekolah),” kata Intan kepad Kompas.com di Rusun Marunda, Jumat (29/4/2016).

Dengan menggunakan bus sekolah, dia menyebut dapat menghemat uang jajan dan menabungnya untuk keperluan yang lain.

“Ngirit uang jajan, enggak buang-buang uang. Yang luar (rusun) aja temen-temen suka ikut kalau kerja kelompok,” ujar siswi SMPN 244 Jakarta Utara itu.

Menurut salah satu pengemudi bus sekolah, Encep, Dishub DKI menyediakan enam bus untuk anak-anak Rusun Marunda.

Nursita Sari Transjakarta di Rusun Marunda, Cilincing, Jakarta Utara, Jumat (29/4/2016).

“Di sini kan ada enam bus, tiga ke Rorotan, tiga ke Cilincing,” kata Encep.

Selain memanfaatkan bus sekolah, anak-anak Rusun Marunda juga seringkali mengunjungi perpustakaan dalam kontainer yang disediakan di sekitar area masjid.

Pantauan Kompas.com, anak-anak yang datang ke perpustakaan adalah anak usia PAUD dan SD. Mereka membaca buku bergambar dan kumpulan doa-doa pendek.

“Paling baca tentang (cerita) binatang,” kata salah satu anak, Farel.

Anak lainnya, Rizky, mengaku setiap hari datang ke perpustakaan kontainer untuk membaca buku-buku di sana.

“Iya tiap hari pulang sekolah. (Biasa) baca buku ini (dongeng) sama ini (kumpulan doa-doa),” ucap siswa TK itu sambil menunjukkan buku yang dipegangnya.

Menurut salah satu pengelola perpustakaan, Lilik Kurniawan, setiap hari selalu ada anak-anak yang berkunjung ke sana. Terkadang mereka hanya datang untuk melihat-lihat gambar karena belum bisa membaca.

“Mereka kadang-kadang dateng, isi absen, ngacak-ngacak buku, balik lagi,” kata Lilik.

Selain perpustakaan kontainer, ada pula perpustakaan keliling yang beberapa kali datang ke sekitar rusun.

“Ada juga perpustakaan kelilingnya pake mobil kecil, kalau ini kan kontainer di sini aja,” ucap pengelola perpustakaan lainnya, Arghi.

Meski begitu, lanjut Arghi, minat baca anak-anak di Rusun Marunda belum begitu tinggi.

“Tapi di sini masih kurang minat bacanya, kita udah minta tolong sosialisasi juga,” katanya.

Sumber: kompas.com

Leave a comment

Filed under Perpustakaan

Silahkan Memberikan pesan / komentar

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s