Peringati Hari Buku, Pemuda Sumenep Keliling Kota Ajak Masyarakat Cintai Buku

Sumenep– Untuk mengembalikan kecintaan masyarakat terhadap buku, para aktivis pemuda di Sumenep, Madura, Jawa Timur, menggelar aksi kampanye gemar baca buku keliling kota. Aktivis pemuda yang tergabung dalam rumah aspirasi ini membawa puluhan buku bacaan, untuk ditawarkan pada sekelompok pemuda, maupun orang dewasa yang mereka temui.

Sepanjang jalan aktivis pemuda rumah aspirasi, tidak henti-hentinya mengkampnyekan pada masyarakat, agar tidak melupakan membaca buku. Karena seiring kemajuan tehnologi, berupa media sosial, atau media elektronik seperti TV, kecintaan masyarakat terhadap buku menurun drastis.

Mereka suka membaca media elektronik utamanya kolom media sosial  seperti facebook, internet, maupun media elektronik lainnya. Sementara para pemudanya, yang lebih banyak punya waktu, malah lebih suka membaca novel, ketimbang membaca buku-buku tentang ilmu pengetahuan.

“Maka dari itu, di hari buku sedunia yang jatuh pada hari ini, kami aktivis pemuda rumah inspirasi, menggelar kampanye gemar membaca buku. Karena, kami tidak ingin gara-gara teknologi, masyarakat lantas melupakan buku,” kata Zainullah, kordinator aksi kampanye gemar baca buku, Sabtu (23/4/2016)

Sementara sasaran aksi kampanye gemar baca buku itu, adalah para siswa, mahasiswa, maupun masyarakat umum, yang sedang bersantai di Taman Bunga (TB). Bahkan dalam melakukan aksinya, sejumlah aktivis tidak segan meneneteng sejumlah buku, dan ditawarkan kepada pengunjung TB, agar dibaca bersama. Disamping itu, mereka juga memperlihatkan beberapa literatur buku bacaan yang mereka miliki.

“Selain membawa buku, kami juga membawa literatur buku bacaan yang kami punya,siapa tahu ada yang berminat,” bebernya.

Sambil menenteng poster berisi seruan ‘ayo budayakan membaca’, aktivis pemuda sumenep, satu persatu pengunjung TB, serta sejumlah warga dan pemuda yang sedang bersantai.

“Sejumlah pemuda yang sedang bersantai di TB kami datangi, dan kami tawari buku untuk dibaca. Namun ya begitulah, ada yang sangat antusias untuk membaca, ada pula yang acuh tak acuh,” imbuhnya.

Menanggapi kampanye ajakan gemar baca buku oleh para aktivis pemuda Sumenep, salah satu siswa sekolah menengah atas (SMA) di Sumenep, mengaku jika buku yang disodorkan para aktivis tersebut, kurang greget untuk dibaca. Pasalnya, buku-buku tersebut berisi ilmu pengetahuan, yang agak sulit untuk difahami.Apalagi kalau di rumanya, Aldi lebih suka membaca novel, yang isinya tentang asmara.

“Baca buku ini, ya sekedar menambah pengetahuan saja, kan kalau di rumah saya lebih sering baca novel, karena bacaannya lebih seru, apalagi kalau yang dibahas masalah asmara, wah….bisa gak tidur semalaman,” jawabnya jujur.

Pernyataan Aldi, terkait kampanye gemar baca buku aktivis pemuda Sumenep, tidak jauh beda dengan Ayu laili, seorang mahasiswi sebuah perguruan tinggi di Sumenep. Ia juga mengaku lebih suka baca novel, ketimbang baca buku ilmu pengetahuan.

“Jujur saya kurang suka baca buku pengetahuan, saya malah lebih suka membaca novel, yang isinya lebih mudah difahami. Apalagi topik yang disajikan dalam novel itu, mengupas tentang keislaman, wah saya suka sekali itu. Pokoknya kalau di rumah setiap ada waktu membaca, ya saya membaca novel islami,” pungkas Ayu Laili.

Sumber: newsmadura.com

Leave a comment

Filed under Pustaka

Silahkan Memberikan pesan / komentar

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s