Upaya Perpusda Gaet Pembacanya : Anak Bebas Main Congklak hingga Internet Gratis

Perpustakaan Daerah (Perpusda) Lampung terus berbenah guna meningkatkan minat baca masyarakat yang semakin menurun. Berbagai upaya dilakukan. Mulai dari menyediakan sarana edukasi dan bermain anak, televisi, internet gratis, hingga pendaftaran anggota yang cepat.

Sejumlah anak sedang beraktivitas di ruang baca anak Perpusda Lampung, Jumat (15/4/2016).

Jumat (15/4) siang, suasana ruang baca anak nampak semarak. Dinding bercat warna-warni. Kursi pelastik plus meja-meja berjejer di tengah. Di sejumlah sudut, terdapat mainan anak. Ada congkelak, hinga boneka singa yang bisa ditunggangi dan berjalan. Sementara itu, ribuan buku tersusun rapi di rak-rak yang ada di sekeliling ruangan.

Ruangan berukuran sekitar 15 x 8 m2 itu ramai dengan anak. Mayoritas siswa sekolah dasar. Mereka terlihat ceria dan gembira. Ada yang duduk di pojok bermain congkelak bersama. Ada yang menunggangi boneka singa yang bisa berjalan. Sementara lainnya, asyik membaca buku.

Anisa salah satunya. Siswa sekolah dasar kelas 2 Kota Karang ini masih menggunakan seragam pramuka saat datang ke perpusda. Ia terlihat asyik membaca buku berjudul Petualangan Kailan di China. Dengan wajah malu-malu, Anisa mengaku, suka datang ke sana bersama sang kakak. “Aku datang bersama teteh (kakak). Teteh sedang cari buku di dalam (ruangan baca umum), jadi aku di sini baca buku,” kata dia seraya senyum-senyum.

Tak kalah antusias Witri, siswa kelas 6 SD 1 Pengajaran, Bandar Lampung. Ia pun datang ke sana masih berpakaian seragam olahraga. Ia datang bersama teman-temannya. Ramai sekali. Hampir ber-15 an orang. Ia mengaku, sering datang ke perpusda itu. Selain karena dekat dengan sekolahnya, juga karena ada maianan dan banyak komiknya. “Saya suka baca komik di sini dan sekalian main congkelak sama teman-teman,” ujarnya.

Bukan hanya ruang baca anak saja yang ramai. Di ruang baca umum, puluhan mahasiswa dari berbagai universitas nampak asyik dengan bacaannya masing-masing. Bahkan, ada yang mengerjakan tugas di sana.

Zelza, Yuni, dan Moza, misalnya. Mahasiswa semester 2 Universitas Muhammadiyah tersebut sengaja datang bertiga untuk mencari buku filsafat. Menurut mereka, buku tersebut tidak ada di kampusnya. Dan karena ada fasilitas wifi gratis, tugas pun bisa langsung dikerjakan di sana dengan laptop mereka. “Karena ada internet, jadi bisa sekalian kerjakan tugasnya di sini. Jadi tidak perlu bawa pulang bukunya,” kata Zelza.

Sementara itu Nisa, mahasiswa IAIN Raden Intan Bandar Lampung mengaku mencari buku terkait Mahkamah Agung. Menurut dia, buku di perpusda sudah lumayan lengkap, namun khusus buku-buku terkait agama Islam secara detail belum tersedia. “Kalau buku tentang Islam secara umum cukup banyak, namun yang spesifik-spesifik masih kurang. Kedepan, semoga bisa semakin lengkap koleksinya,” ujar perempuan berjilbab yang datang bertiga bersama temannya.

Liza, pustakawan Badan Perpustakaan Arsip dan Dokumentasi Daerah Provinsi Lampung menuturkan, sudah beberapa tahun ini pihaknya berbenah. Tidak hanya menambah koleksi buku, tapi juga menambah sarana dan prasarana. “Seperti ruang baca anak ini. Dulunya cuma bercat putih saja dan tidak ada mainannya. Sekarang dicat warna-warni, ada mainannya, ada tv,” kata dia.

Tidak hanya itu, perpusda juga menyediakan ruangan menyusui, serta pendaftaran anggota secara komputerisasi. “Sekarang kalau buat kartu anggota itu cepat, langsung difoto di sini. Dan semua gratis. Bagi para ibu yang sedang menyusui juga bisa menyusui anaknya di ruangan yang tersedia. Kami juga berencana menghadirkan ruangan pojok kreasi. Di ruangan ini nantinya anak- anak bisa belajar mewarnai, membuat origami dan lainnya. Jadi tidak cuma baca buku,” kata dia.

Di ruang baca umum, meski masih merupakan bangunan tua, namun sudah dilengkapi air conditioner. Sehingga, pembaca cukup nyaman. Katalog buku sudah disusun secara komputerisasi, sehingga pengunjung bisa mencari buku dengan mudah dan cepat. Selain itu, perpustakaan ini juga dilengkapi ruangan audio visual dan bioskop mini.

“Selain bisa baca buku, para pengunjung juga bisa nonton film di bioskop mini ini. Bioskop bisa menampung 30-40 orang,” ujarnya ramah. Menurutnya, berbagai upaya tersebut dilakukan guna meningkatkan minat baca masyarakat dan kunjungan ke perpustakaan. Hasilnya, kata Liza, cukup menggembirakan. Saat ini, semakin banyak masyarakat yang berkunjung ke perpusda. Apalagi, pembaca anak-anak. “Dalam sehari, ruang baca anak ini bisa dikunjungi sekitar 30 anak. Anak- anak bebas di sini, bisa baca dan bermain. Jadi selalu ramai,” kata Liza.

Selain itu, pihak perpusda juga melakukan sistem jemput bola kepada pembaca muda. “Kami juga mengundang anak-anak mulai dari PAUD, TK, hingga SD untuk kunjungan ke sini. Jadi setiap minggu pasti ada yang kunjungan. Sejak awal 2016 ini, kami juga menghadirkan mobil keliling perpusda di area car free day. Jadi setiap hari Minggu, mulai pukul 05.30-09.00 pagi, masyarakat bisa baca buku di mobil ini, serta mendaftar jadi anggota,” ujarnya.(gustina asmara)

Sumber: tribunnews.com

Leave a comment

Filed under Perpustakaan

Silahkan Memberikan pesan / komentar

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s