Komunitas Dongeng Aceh Ajari Anak-Anak Bahasa Jerman

BANDA ACEH – Komunitas Dongeng Aceh atau Dongeng Aceh Community (DOA Comm), Sabtu (23/1) memulai program mengajar bahasa Jerman untuk anak-anak. Kegiatan yang digelar di Perpustakaan Wilayah, kawasan Lamnyong, Banda Aceh itu dibuka untuk umum dan tak dipungut biaya. Kegiatan itu diikuti 30-an anak yang umumnya murid SD.

DOA Comm menghadirkan tutor bahasa Jerman berpengalaman untuk kegiatan ini, yaitu Beby Haryanti Dewi, yang merupakan lulusan Volkshochschule, Leipzig, Jerman. Selain Klub Bahasa Asing (Jerman dan Inggris), DOA Comm juga membuat Klub Dongeng Cilik (Docil), Klub Penulis Cilik (Pencil), dan Klub Fun Craft. Umumnya kegiatan setiap klub tersebut adalah belajar mendongeng, menulis cerita, dan membuat keterampilan tangan sederhana.

DOA Comm adalah komunitas bidang edukasi literasi untuk anak-anak melalui metode bercerita atau mendongeng. Komunitas yang dibentuk pada 10 November 2015 dan diluncurkan pada 9 Januari 2016 ini diprakarsai oleh tujuh pegiat dunia anak yaitu Zuchairiah SS, Beby Haryanti Dewi SSi, Zikrayanti MLis, Sri Mulyana SH, Nurmala Dewi SIP, dan Yuli Yana SPd.

Koordinator DOA Comm, Zuchairiah kepada Serambi, Minggu (24/1) mengatakan tujuan jangka pendek pembinaan klub tersebut adalah memfasilitasi anak-anak untuk mengikuti berbagai lomba berbasis membaca dan menulis baik di tingkat lokal, nasional, dan internasional, seperti event KPCI (Konfrensi Penulis Cilik Indonesia), ARKI (Akademi Remaja Kreatif Indonesia), International Story Telling, serta Lomba Bercerita Badan Arsip dan Perpustakaan.

“DOA Comm juga memfasilitasi publikasi hasil karya dan tulisan anak-anak binaan klub di majalah Anak Cerdas. Siapa saja yang berminat, silakan bergabung. Semua klub kita terbuka untuk umum. Jadwal belajar DOA Comm setiap Sabtu pukul 14.00 sampai 15.30 WIB di di ruang baca anak Perpustakaan Wilayah Aceh,” katanya.

Ditambahkab, program-program DOA Comm mendapat sambutan baik dari Badan Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak (BP3A) Banda Aceh, Badan Arsip dan Perpustakaan Aceh, serta majalah Anak Cerdas. “Lembaga itu sangat mendukung terlaksananya kegiatan-kegiatan yang dapat menumbuhkan kreativitas dan minat baca anak,” pungkas Zuchairiah.(jal)

Sumber: tribunnews.com

Advertisements

Leave a comment

Filed under Perpustakaan

Silahkan Memberikan pesan / komentar

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s