Ribuan Siswa Ikuti Pencanangan Budaya Baca

Blangpidie, Lebih dari 5.000 siswa sekolah dasar (SD)/sederajat, sekolah menengah pertama (SMP)/sederajat dan sekolah menengah atas (SMA)/sederajat mengikuti pencanangan budaya membaca di Lapangan Pantai Perak, Kecamatan Susoh, Aceh Barat Daya (Abdya), Kamis (14/1). Pencanangan budaya membaca itu pertama kalinya di Aceh dan Abdya dinobatkan sebagai kabupaten literasi pertama di provinsi ini.

Kepala Dinas Pendidikan Aceh, Drs Hasanuddin Darjo MM, saat meng­­hadiri kegiatan tersebut menga­takan, mutu pendidikan dipengaruhi oleh membaca yang merupakan kunci utama mencapai kemajuan di segala bidang.

Dia meminta budaya membaca ini tidak hanya diterapkan kepada siswa, tapi juga guru dan pengawas sekolah.

Menurutnya, minat baca serta dukungan dari berbagai kalangan di Ab­dya sangat memuaskan, seperti yang telah dilakukan Kodim 0110/Abdya dengan peluncuran motor pintar untuk membantu masyarakat dan para siswa dalam memenuhi kebutuhan buku bacaan.

Sementara, utusan Direktorat jen­deral Pendidikan Dasar dan Mene­ngah Kemendikbud, Dr Juan­danil­syah memberikan apresiasi terhadap pencapaian Abdya dalam mengem­bangkan minat baca di kalangan siswa dan masyarakat.

Dikatakannya, membaca meru­pakan hal penting dan harus dilakukan semua pihak. “Melalui Permendikbud No 23/2015, Mendikbud telah mewa­jibkan siswa untuk membaca buku non-mata pelajaran setiap hari karena membaca kunci utama menuju kesuksesan,” sebutnya.

Sementara itu, Wakil Bupati Ab­dya, Erwanto SE MA, mengatakan pihaknya terus mengupayakan agar bu­daya membaca ini terus mengakar dan disukai semua lapisan masya­rakat. Keterampilan membaca meru­pakan keterampilan dasar yang harus dimiliki siswa untuk berhasil dalam pendidikan.

“Kalau Indonesia, Aceh dan Abdya mau maju, kuncinya adalah membaca. Mulai hari ini akan diterapkan tiada hari tanpa membaca di Abdya. Tidak hanya bagi siswa, namun juga untuk semua kalangan. Sebab setiap sekolah dan desa memiliki pustaka. Jadi, tidak ada alasan untuk malas membaca,” paparnya.

Wabup berjanji akan menjadikan Abdya sebagai model literasi di Indonesia dan menjadi contoh bagi daerah lainnya.

Sebelum Belajar

Kepala Dinas Pendidikan Abdya, Drs Yusnaidi MPd, menambahkan, budaya membaca ini mendapat per­hatian serius Pemkab Abdya dengan mewajibkan setiap siswa seluruh sekolah untuk membaca sekitar 15 menit sebelum jam belajar dimulai.

Hal itu akan dilakukan setiap hari dengan ketentuan. Pada Senin-Kamis siswa wajib membaca buku yang sifatnya positif dan Jumat-Sabtu wajib membaca Quran.

“Upaya ini juga didukung dengan dikeluarkannya surat keputusan Bupati Abdya yang mewajibkan siswa untuk membaca sekitar 15 menit sebe­lum jam belajar dimulai,” terangnya.

Di lain sisi, Perwakilan Usaid Prioritas, Handoko Widagdo menga­ku akan terus mendukung program budaya membaca ini. Dalam waktu dekat, pihaknya akan menyalurkan 600 buku untuk dibagikan ke sejumlah sekolah.

Sumber: analisadaily.com

Leave a comment

Filed under Perpustakaan

Silahkan Memberikan pesan / komentar

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s