Wujudkan Kampung Kreatif Jadi Pusat Belajar Mengasyikan

KOMUNITAS beranggotakan alumni ITB ini bersama para kader dan unsur pemuda di Kampung Cibunut, berkolaborasi meningkatkan kesejahteraan warga melalui pendidikan.

Kegiatan ini tidak hanya memberikan edukasi mengenai pentingnya akan sebuah pendidikan, namun masyarakat juga bisa belajar untuk mengasah kreativitas mereka dengan membuat sebuah mural.

Saat menyusuri Kampung Cibunut, RW 07 Kelurahan Kebon Pisang, Kecamatan Sumur Bandung, Kota Bandung, akhir pekan lalu, terlihat puluhan orang berkumpul di Madrasah At-Taqwa. Mereka terdiri dari para guru Pendidikan Anak Usia Dini (PAUD) di seputaran wilayah Cibunut, penggerak komunitas yang konsen terhadap bidang pendidikan, dan warga setempat.

Kehadiran mereka di madrasah yang cukup luas dan nyaman itu tak lain untuk mengikuti pelatihan cara mengelola perpustakaan. Sebab nantinya para peserta pelatihan ini disiapkan menjadi pengelola beberapa perpustakaan yang tersebar di wilayah tersebut.

Kegiatan pelatihan mengelola perpustakaan ini digelar Komunitas Institut Teknologi Bandung (ITB) Peduli Pendidikan.

Sebelum kegiatan berlangsung para peserta terlihat duduk rapih di kursi merah yang disediakan penyelenggara. Masing-masing peserta pelatihan terlihat memegang buku atau gadget untuk mencatat beberapa poin penting yang disampaikan pemateri.

“Jadi pelatihan ini bekal kepada para kader sebagai agen perubahan. Karena di kampung ini akan ada empat taman yang akan di aktifkan. Jadi di taman itu nantinya akan ada perpustakaan,” ujar Pemateri Pelatihan, Luna Setiati saat ditemui Sabtu (8/1).

Luna Setiati menjelaskan, perpustakaan adalah sebuah tempat berisikan berbagai jenis buku yang dapat menjadi sumber ilmu pengetahuan. Agar informasi yang ada di dalam buku ini bisa sampai kepada masyarakat, maka harus ada pendampingan yang baik dalam mengelola perpustakaan.

“Kita ajak masyarakat senang dan cinta sama buku. Kita akan kasih edukasi ke peserta pelatihan atau kader, supaya bisa membuat program kerja dan mengaktifkan perpustakaan yang ada di taman itu,” katanya.

Luna Setiati menambahkan, selain perpustakaan, di Kampung Cibunut, RW 07 Kelurahan Kebon Pisang, Kecamatan Sumur Bandung, Kota Bandung ini juga akan dibuat mural atau lukisan di dinding. Mural ini nantinya akan dibuat para pemuda Karang Taruna di wilayah tersebut.

Tema mural yang mereka angkat kali ini adalah mengenai pendidikan. Diharapkan, siapapun yang melihat gambar di dinding tersebut, dapat terinspirasi dengan dan tergerak memberikan nilai positif dan edukatif kepada masyarakat.

“Jadi mural itu kita beri nama Edu Wall. Edu Wall itu dinding yang bisa bercerita melalui gambar, tapi bisa memberikan nilai edukasi kepada masyarakat. Jadi kalau orang lihat gambar itu seperti orang baca buku lah. Bisa membaca pesan apa yang disampaikan,” ucapnya.

Bukan tanpa alasan para alumni ITB ini tergerak membantu warga di wilayah tersebut. Menurut Luna, ketika ada niat baik dari masyarakat yang mau berubah, maka hal ini harus di apresiasi dan harus segera dibantu. Baginya, untuk merubah suatu wilayah, tidak perlu menunggu bantuan dari pemerintah setempat.

“Kita sebagai kontributor atau bantuan dari pihak luar ingin melihat, apa sih, yang mereka butuhkan ke depannya. Kalau kita lihat, mereka itu butuhnya pengembangan ide-ide. Idenya dari mana? Ya, dari mereka sendiri,” jelasnya.

Dia berharap, dengan kegiatan kolaborasi ini, ke depannya mereka bisa menjadi agen perubahan bagi lingkungan tersebut. Selain itu, kegiatan ini bisa semakin luas dan diikuti warga di wilayah lain.

“Bagaimana mereka bisa menjadi agen lingkungan terdekat dan makin lama makin luas. Jadi bagaimana mereka membuat kegiatan yang dapat mempengaruhi orang ke arah lebih baik,” ujarnya.

Di tempat yang sama, Koordinator Komunitas ITB Peduli Pendidikan, Abdullah Syuaib menjelaskan, komunitas ini adalah, sebuah komunitas yang konsen di bidang pendidikan.

“Kita ini alumni ITB, kita baru reuni 20 tahun setelah kita lulus. banyak teman-teman kita yang punya kegiatan di bidang pendidikan, tapi masing-masing. Kami memilih konsen di bidang pendidikan, karena satu-satunya yang bisa meningkatkan taraf hidup masyarakat ya, melalui pendidikan,” katanya.

Maka itu, Komunitas ITB Peduli Pendidikan ingin melakukan kolaborasi dan bersinergi dengan berbagai pihak yang konsen di bidang pendidikan.

“Apa yang bisa kita lakukan nih? Pertama ITB ada di Bandung, ya sudah kita berbuat untuk Kota Bandung dulu. Kegiatan ini kan, sederhana, ya sudah kita lakukan. Tapi ke depan kita tidak hanya bergerak di Bandung, bisa juga di daerah lain di Provinsi Jabar, bahkan nasional,” pungkasnya.

Sumber: inilahkoran.com

Leave a comment

Filed under Perpustakaan

Silahkan Memberikan pesan / komentar

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s