Ternyata Survei KPB Minat Baca Warga Desa Lebih Tinggi Dibandingkan Kota

PEKANBARU – Komunitas Pondok Belantara (KPB) kembali mengadakan Taman Baca Keliling di Car Free Day (CFD) Diponegoro, Minggu (10/1/2016). Dalam kegiatan itu, selain menyediakan buku-buku yang siap dibaca secara gratis, mereka juga menghibur para warga yang berolahraga dengan lantunan musik dan lagu sambil mengumpulkan dana.

Sejumlah warga tengah memanfaatkan Perpustakaan Keliling dari Badan Perpustakaan dan Arsip Kota Pekanbaru di Jalan Gajah Mada, Pekanbaru, Minggu (6/12/2015) pagi. Buku-buku yang dapat dipinjam ditempat secara gratis tersebut diharapkan dapat menumbuhkan minat baca di masyarakat, terutama bagi anak-anak usia sekolah. TRIBUN PEKANBARFU/THEO RIZKY

Koordinator Acara, Handyko mengatakan hari itu, tepat satu tahun operasi taman baca keliling yang dibuat oleh Komunitas Pondok Belantara. Tujuannya tidak lain adalah untuk melihat animo masyarakat dalam hal membaca buku.

“Dari hasil survei yang kami lakukan, masyarakat di kota sudah banyak yang tidak berminat untuk membaca buku. Padahal buku tersebut adalah sumber ilmu. Beda dengan di perkampungan, mereka masih antusias untuk membaca buku. Mulai dari yang tua hingga muda masih suka baca buku,”ujarnya.

Dilanjutkannya, peminat membaca buku dari pedesaan itu tinggi dilihat setelah mereka membuka pustaka keliling pada setiap acara yang diadakan oleh pemerintah desa setempat. Mereka meminta sedikit tempat pada panitia penyelenggara acara dan gelar beberapa buku yang siap dibaca.

 “Di setiap kampung itu, hampir semua buku yang kami bawa dan pamerkan dibaca oleh masyarakatnya. Kami pun senang, ternyata masih banyak warga yang butuh buku bacaan. Tak hanya kami, pemerintah desa setempat juga mengucapkan terima kasih, karena sudah mengajak warganya gemar membaca,”tuturnya.

Dilanjutkannya, animo masyarakat desa itu berbanding terbalik dengan di kota. Warganya sudah banyak lebih memilih teknologi seperti gadget. Sehingga buku-buku yang merupakan sumber ilmu sudah mulai ditinggalkan.

“Kami tidak menyalahkan kemajuan teknologi. Namun kami menghimbau pada masyarakat jangan hanya mengandalkan perangkat elektronik. Banyak saya lihat warga kota sudah mulai mengabaikan dunia sekitar akibat sering menggunakan gadget. Coba luangkan waktu hanya beberapa jam dalam sehari untuk baca buku yang bermanfaat, selain menambah ilmu, kita juga berjiwa sosial, karena bisa membagikan ilmu itu pada orang lain,”paparnya. (*)

Sumber: tribunnews.com

Leave a comment

Filed under Perpustakaan

Silahkan Memberikan pesan / komentar

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s