Hanif Dhakiri tentang Hidup, Perempuan, Anak dan Buku

Kesibukannya sebagai Menteri Ketenagakerjaan sudah pasti menyita waktu seorang Hanif Dhakiri. Namun hal ini tidak lantas membuatnya melupakan nilai-nilai penting di dalam kehidupan. Dalam wawancaranya dengan Dita Soedarjo, politisi sebuah partai ini mengungkapkan pandangannya tentang beberapa hal, seperti hidup, perempuan, anak dan buku.

Tidak ada yang lebih penting dari kehadiran perempuan dalam hal pendidikan anak. Bagi Hanif, perempuan adalah pendidik pertama dan utama bagi anaknya. Tanpa kehadiran perempuan, Hanif tidak bisa membayangkan akan jadi apa anaknya kelak.

“Pertama itu ibu, kedua sekolah, lalu tokoh-tokoh masyarakat,” jawabnya saat ditanya soal pendidik yang ideal bagi anak-anak.

Menyadari pentingnya perempuan bagi pendidikan anak, Hanif mendukung kebebasan perempuan dalam berkarir di bidang apapun. Menurutnya, perempuan harus maju di berbagai bidang agar dapat mengkoleksi ilmu-ilmu berkualitas yang nantinya bisa diturunkan kepada sang anak. Ia pun mengungkapkan, setinggi apapun peran seorang perempuan di luar rumah, dia tetap punya tanggung jawab sebagai seorang ibu.

Selanjutnya, buku menjadi poin penting bagi Hanif dalam pendidikan anak. Menurutnya, membiasakan anak membaca buku bisa membuat anak terbiasa berpikir konstruktif. Berpikir konstruktif, katanya, menjadi penting agar anak mampu merumuskan standard moral yang tepat bagi dirinya sehingga mampu mengambil keputusan bijak saat menghadapi pilihan sulit.

“Buku itu kan jendela pengetahuan, membiasakan anak membaca buku menjadi penting agar mereka mampu berpikir secara jernih dan runut,” ungkap mantan anggota DPR ini

Perempuan dan buku bagi Hanif merupakan dua hal yang tak boleh terpisahkan dalam pendidikan anak. Hanif sendiri pada dasarnya menginginkan anaknya mencapai dua hal yang ia anggap paling penting dalam hidup: menjadi orang baik dan menjadi orang hebat. Baik bagi Hanif artinya mampu memperlakukan orang lain dengan santun.

Sementara hebat baginya mampu memberikan manfaat bagi orang-orang di sekitarnya. Bila sang anak memiliki dua hal ini, Hanif merasa tenang dan percaya sang anak bisa menghadapi tantangan apapun dalam hidup. Hal itu dia tunjukkan dengan tidak membebani si anak dengan tuntutan apapun kecuali menjadi orang baik dan orang hebat.

Satu hal lagi yang ditanamkan Hanif kepada anak-anaknya adalah bersikap sportif. Untuk itu, ia selalu membiasakan anak-anaknya untuk berolahraga. Dengan berolahraga, lanjutnya, sikap sportif dan bisa berlapang dada menerima kekalahan dapat ditumbuhkan sejak kecil.

Sumber: fimela.com

Leave a comment

Filed under Perpustakaan

Silahkan Memberikan pesan / komentar

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s