Relawan yang Dibentuk Anies Baswedan Ini Mau Membuat Perpustakaan Digital Meratus

BANJARMASIN – Gerakan yang dibentuk Menteri Pendidikan dan Kebudayaan Republik Indonesia, Anis Baswedan yang bernama Gerakan Turun Tangan semakin eksis di Kalimantan Selatan (Kalsel).

Bahkan pengikut gerakan sosial politik ini sudah mencapai 500 orang. Anggota gerakan tersebut juga mulai aktif melakukan kegiatan dan turun ke masyarakat.

Keberadaan organisasi ini mulai menjadi buah bibir, baik di kalangan masyarakat, mahasiswa serta para aktifis di Bumi Lambung Mangkurat ini.

Secara makna, turun tangan berarti bergerak. Oleh karena itu, gerakan ini bukan organisasi masyarakat maupun organisasi politik. Bahkan tidak ada struktur yang baku mulai dari tingkat pusat hingga ke daerah-daerah.

Termasuk anggaran dasar (AD) dan anggaran rumah tangga (ART) juga tidak ada. Tentu hal ini turut menjadi pembeda antara gerakan turun tangan ini dengan lembaga atau organisasi pada umumnya, yang strukturnya jelas mulai pusat hingga ke daerah dan memiliki satu AD/ART yang sama.

Pada intinya, gerakan turun tangan ini dibentuk dengan tujuan untuk mengajak setiap orang, baik untuk peduli dan ikut terlibat aktif mengurusi bangsa ini. Artinya, masyarakat bukan hanya sebagai penonton dari setiap permasalahan maupun dinamika yang sedang dihadapi bangsa ini.

Kini perkembangan gerakan turun tangan ini juga sudah merambah ke media sosial, seperti line.

Bahkan disebar secara berantai melalui blackbery masengger (BBM), official account LINE turuntangan Kalsel dan bisa disimak di link http://line.me/ti/p/@dlu5647l.

“Komunitas turun tangan ini didirikan oleh Pak Anies Baswedan pada 2013, yang bergeraknya di bidang apa aja yang langsung ke masyarakat. Pointnya dari relawan untuk Indonesia. Semua dilakukan dan biayai oleh relawan, ” ujar Muhammad Syah Reza.

Fasilitator Turun Tangan Kalsel yang juga mahasiswa FKIP Jurusan Sejarah di Universitas Lambung Mangkurat (Unlam) Banjarmasin ini mengatakan, di Kalsel sekarang turun tangan lagi fokus membuat project Budaya Banjar Archaic masyarakat adat Meratus.

“Jadi kita lagi bikin penelitian di Meratus untuk menghimpun data budaya di sana. Planningnya kita mau bikin perpustakaan digital untuk menghimpun data budaya Meratus. Tujuan terbesarnya kita bisa membina desa budaya di meratus yang diharapkan bisa tetap menjaga eksistensi mereka,” bebernya.

Untuk di Kalsel, lanjut dia, sudah banyak yang daftar online di gerakan turun tangan Kalsel sebanyak 500 relawan. Untuk perwakilan yang aktfi di Turuntangan Banjarmasin dan Turuntangan Tanahbumbu.

“Yang aktif ada 50 relawan, tapi sering kalau di meratus kita gabung sama anak anak sejarah FKIP UNLAM di bawah binaan Bapak Hairiyadi, M,Hum. 500 itu aktif di bantuin di medsos atau perlengkapan project, yang aktif di lapangan 50an. 500 itu tersebar di kabupaten /kota,” katanya.(kur)

Sumber: http://banjarmasin.tribunnews.com

Leave a comment

Filed under Perpustakaan

Silahkan Memberikan pesan / komentar

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s