Menelusuri Perpustakaan-perpustakaan Spektakuler di Dunia

Perpustakaan di Universitas Yale, Amerika Serikat ini menjadi rumah bagi lebih dari lima ratus ribu buku dan jutaan manuskrip.

Buku dan perpustakaan ibarat dua kata tak terpisahkan. Hal yang menarik saat mengunjungi sebuah perpustakaan, Anda tidak hanya menemukan tumpukan buku. Dokumen bersejarah, mikrofilm, kumpulan peta serta manuskrip-manuskrip lainnya dapat menjadi pemenuh sumber informasi yang dibutuhkan. Tak heran jika perpustakaan dijuluki sebagai gudang ilmu.

Sayangnya, kesan suram dan berdebu masih menempel di benak sebagian orang. Kesan itu terbangun dari koleksi buku yang tidak tertata baik dan perawatan bangunan yang tidak maksimal. Namun apakah kesan suram masih ada di benak Anda, saat menelusuri perpustakaan-perpustakaan ternama di negara ini?

1. Stadblibiliothek, Jerman

Terletak di kota Stuttgart, dikelola pemerintah daerah yang menyediakan fasilitas membaca untuk 400 pengunjung dan 140 laptop untuk umum. Pada 2013, perpustakaan ini mendapat gelar perpustakaan nomer satu di Jerman. Mengkoleksi 100.000 lebih buku dari berbagai negara dan berbagai koleksi digital, yang dikelola pustakawan handal. Bangunannya berbentuk bujur sangkar, membuat kesan modern terlekat kuat. Pada malam hari, perpustakkan ini bermandi cahaya biru dan menarik 6.000 pengunjung setiap harinya.

Buku dan perpustakaan ibarat dua kata tak terpisahkan. Hal yang menarik saat mengunjungi sebuah perpustakaan, Anda tidak hanya menemukan tumpukan buku.Dokumen bersejarah, mikrofilm, kumpulan peta serta manuskrip-manuskrip lainnya dapat menjadi pemenuh sumber informasi yang dibutuhkan. Tak heran jika perpustakaan dijuluki sebagai gudang ilmu.

Sayangnya, kesan suram dan berdebu masih menempel dibenak sebagian orang. Kesan itu terbangun dari koleksi buku yang tidak tertata baik dan perawatan bangunan yang tidak maksimal. Namun apakah kesan suram masih ada di benak Anda, saat menelusuri perpustakaan-perpustakaan ternama ini?

Stadblibiliothek, Jerman.

80

Terletak di kota Stuttgart, dikelola pemerintah daerah yang menyediakan fasilitas membaca untuk 400 pengunjung dan 140 laptop untuk umum. Pada 2013, perpustakaan ini mendapat gelar perpustakaan nomer satu di Jerman. Mengkoleksi 100.000 lebih buku dari berbagai negara dan berbagai koleksi digital, yang dikelola pustakawan handal. Bangunannya berbentuk bujur sangkar, membuat kesan modern terlekat kuat. Pada malam hari, perpustakkan ini bermandi cahaya biru dan menarik 6.000 pengunjung setiap harinya.

El Escorial, Spanyol

80

Selain menjadi markas klub bola besar, kota Madrid juga menyimpan biara yang sekaligus menjadi perpustakaan. Proses konstruksinya selama 19 tahun hingga diresmikan 1584. Koleksi ratusan buku dari abad ke 16 tertata apik di rak-raknya. Buku-buku dengan tepian keemasan itu disimpan khusus dan membutuhkan pendampingan staff ahli untuk membacanya. Yang menarik dari bangunan perpustakaan ini adalah langit-langit gedungnya yang dipenuhi lukisan bala tentara malaikat. Seolah-olah koleksi buku disini dijaga malaikat yang juga mengawal pembacanya.

Stiftsbibliothek, Austria

80

Selain Spanyol, Austria juga memiliki biara yang juga menjadi perpustakaan. Sejak 1776 biara ini menjadi perpustakaan dan kini sekaligus menjadi peninggalan seni barok terbesar di dunia. Karya seninya menjadi mengundang decak kagum, terukir di dinding dan terlukis di langit-langit aula baca. Aula bacanya terbentang sepanjang 70 meter, lebar 14 meter dan memiliki tinggi 11 meter. Tak heran, perpustakaan ini sempat digadang-gadang masuk daftar keajaiban dunia yang disusun awal abad 19. Manuskrip berharga yang menjadi koleksi perpustakaan ini adalah The Four Last Things karya Josepf Stammel, salah satu pemahat paling penting era barok.

Library of Birmingham, Inggris

80

Mencakup area seluas 31.000 meter persegi membuatnya menyandang predikat perpustakaan terbesar di benua Eropa. Dibuka pada 2013 dan mengoleksi ribuan buku dari penjuru dunia membuat perpustakaan ini mendapat pengamanan ketat. Salah satu alasan pengamanan ini adalah koleksi buku ‘Audubon’s Bird of America’ yang hanya dicetak 119 buah. Buku langka serupa serupa koleksinya, terjual sembilan juta euro pada sebuah pelelangan pada 2010.

Beineckle Rare Book & Manuscript Library, Amerika Serikat
80

Universitas Yale membangun perpustakaan untuk menjadi rumah bagi lima ratus ribu buku dan beberapa juta manuskrip. Separuh dari koleksinya disimpan dalam ruang khusus dan ditempakan di kotak kaca. Ruang khusus itu dijaga suhunya stabil pada 21 derajat celcius dan kadar kelembapan 60 persen, kondisi ideal untuk menjada keawetan mereka. Hal itu bertujuan mewariskan catatan kepada generasi-generasi berikutnya.

Bagaimana ya, dengan kondisi perpustakaan di Indonesia?

Sumber: liputan6.com

Leave a comment

Filed under Perpustakaan

Silahkan Memberikan pesan / komentar

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s