(VIDEO) Tumbuhkan Minat Baca, Komunitas Penyala Lampung Adakan Perpustakaan Keliling

BANDAR LAMPUNG – Komunitas Penyala Lampung, merupakan komunitas yang bergerak di bidang pendidikan, khususnya minat membaca anak-anak sekolah dasar (SD).

Mereka melakukan kegiatan dengan mengadakan perpustakaan keliling, yang membawa berbagai buku-buku bacaan.

Anggota Komunitas Penyala Lampung Maya Lupitasari (24) mengatakan, komunitas tersebut didirikan karena minat baca anak-anak saat ini sudah sangat rendah.

“Jika kami lihat keadaan sekarang ini, sudah jarang ditemukan anak-anak yang suka membaca. Mungkin dengan adanya perkembangan teknologi, mereka lebih familiar dengan gadget (gawai), serta lebih suka bermain ke sana ke mari dengan mengesampingkan budaya membaca tersebut,” ujarnya, Senin (21/12/15).

Penggalangan minat membaca, lanjut Maya, lebih ditujukan kepada anak-anak SD, anak-anak yang bersekolah nonformal, serta anak-anak di tempat yatim piatu.

“Program ini rutin kami lakukan setiap satu bulan sekali dengan berkeliling ke sekolah-sekolah SD, yang berada di sekitaran Bandar Lampung, dengan membawa berbagai macam jenis buku bacaan. Jadi di situ, para anak tersebut akan kami bagikan buku untuk mereka baca, dengan waktu sekitar 10 menit-20 menit. Sesudah itu, kami suruh mereka menceritakan kembali apa yang sudah mereka baca. Baru kemudian, kami mengadakan sesi nonton film-film tentang dunia pendidikan, serta ada juga sesi motivasi kepada masing-masing anak,” ujar Maya.

Komunitas Penyala berdiri di Lampung pada 2013 yang lalu. Dengan jumlah anggota atau sukarelawan aktif sebanyak kurang lebih 30-an orang, komunitas tersebut secara sukarela berusaha untuk menggalakkan kembali minat membaca terhadap anak-anak.

“Saat ini, kami memiliki sekitar 200-an buku lebih, dengan berbagai macam jenis bacaan, seperti buku pelajaran, cerita, dongeng, bergambar, dan banyak lagi. Itu semua kami lakukan karena kami sangat peduli dengan dunia pendidikan di Indonesia, khususnya pada minat baca. Kami bergerak secara sukarela alias tidak dibayar. Kami hanya ingin anak-anak sekarang jangan sampai meninggalkan minat membaca. Karena, membaca adalah suatu hal yang sangat penting sekali. Kalau tradisi membaca ditinggalkan, sudah pasti, anak-anak sekarang saat sudah menjadi dewasa nanti, akan memiliki pandangan yang sempit, dan wawsan yang sempit pula,” katanya.

Sumber: tribunnews.com

Leave a comment

Filed under Perpustakaan

Silahkan Memberikan pesan / komentar

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s