Meski Masih Butuh Perbaikan, Grhatama Pustaka DIY Resmi Dilaunching

YOGYA – Berdiri megah di atas tanah seluas 2,4 hektar di wilayah timur Yogyakarta, tepatnya di samping Jogja Expo Center, Grhatama Pustaka resmi dilaunching pada Senin (21/12/2015).

Namun begitu, perpustakaan yang dikelola BPAD DIY ini dirasa beberapa pihak belum layak launching lantaran masih ada yang perlu dibenahi.

Gubernur DIY, Sri Sultan Hamengku Buwono X, mengakui Grhatama Pustaka masih memerlukan beberapa perbaikan. Meski demikian, Raja Keraton Yogyakarta ini tidak mempermasalahkan jika terdapat perbaikan seusai grand launching.

“Enggak masalah. Kemarin kan saya ke situ untuk ngecek akhir, enggak masalah. Perbaikan dilakukan sambil jalan nggak apa-apa,” kata Sultan di Kompleks Kepatihan, Senin (21/12/2015).

Saat disinggung mengenai atap yang bocor, Sultan mengatakan bahwa hal tersebut lantaran atap gedung itu sengaja dibuka untuk dilakukan perbaikan. Pun hal tersebut tidak dipermasalahkannya karena kini oleh BPAD tengah ditutup kembali.

“Kemarin kan emang dibuka untuk ndandani, buat petugas ngecek dalem. Banyak bolong kan nggo keliling ning nduwur,” jelas dia.

Kepala Bidang Pelayanan dan Pelestarian Perpustakaan BPAD DIY, Monica Nur Lastiani juga mengakui, pihaknya masih belum puas terkait pekerjaan yang dilakukan kontraktor.

Oleh karenanya meski proyek ini secara hitam di atas putih telah selesai, namun pihaknya tetap meminta kontraktor untuk menyempurnakan.

“Kemarin memang kami belum puas, sehingga kami meminta untuk dirapikan kembali pekerjaannya. Kita tuntut dari pengerjaan ini kerapian dan kebersihan, target Minggu kemarin sudah selesai,” ucap Monica, sapaan akrabnya.

Pun meski lauching telah dilakukan, Monica menuturkan bahwa pihaknya masih meminta kontraktor untuk menyelesaikan pekerjaannya yang dirasa belum selesai.

Selain itu kontraktor juga diminta untuk melakukan perawatan, terutama rumput yang berada di taman.

“Mereka mempunyai kewajiban pekerjaan pemeliharaan selama enam bulan ke depan. Setelah launching, kami tetap undang untuk menyelesaikan hal-hal yang belum beres,” sambung dia.

Monica menambahkan untuk ke depannya, biaya perawatan atau maintenance akan diambilkan dari biaya layanan di perpustakaan.

Baik dari hasil penyewaan auditorium, maupun biaya kontribusi menonton bioskop 6D. Sebab menurutnya untuk maintenance perpustakaan ini membutuhkan dana yang besar.

“Tapi biaya yang akan dibebankan ke masyarakat itu tidak akan dilakukan dalam waktu dekat. Semua fasilitas untuk sementara bisa dinikmati gratis,” tukasnya.

Sumber: tribunnews.com

Leave a comment

Filed under Perpustakaan

Silahkan Memberikan pesan / komentar

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s