Cak Nun Berharap Perpus Grahatama Pustaka Membawa Perubahan

YOGYA (– Cendekiawan, Budayawan, Sastrawan sekaligus tokoh Nasional, Emha Ainun Nadjib berharap Perpustakaan DIY yang baru saja selesai dibangun dapat membawa alam perubahan bagi masyarakat DIY. Baik itu perubahan alam pikiran, kreatifitas, strategi kebudayaan termasuk polese kebijakan yang dibuat oleh pemerintah daerah. Adanya gedung perpustakaan yang baru juga diharapkan dapat memawa DIY ke arah yang lebh baik.

Hal itu disampaikan Cak Nun saat mengisi acara peresmian Gedung Perpusda DIY Grahatama Pustaka di Jalan Janti Bantul Senin (21/12/2015) malam. Bersama kelompok musik Kyai Kanjeng, Cak Nun, mengatakan setidaknya ada empat tahapan proses dalam kehidupan. Pertama membaca atau proses dari tidak tahu menjadi tahu, memahami atau menjadikan pengetahuan sebagai landasar pikiran, mengarifi dan memberadabkan atau membuatnya beradab.

“Membaca informasi harus terlebih dahulu dikunyah, jangan langsung ditelan. Sekarang ini banyak terjadi perpecahan karena banyak informasi langsung ditelan mentah-mentah. Ustad bicara begini ditelan. Begitu ditelan,” katanya.

Membaca dikatakan Cak Nun juga tidak selalu harus berupa huruf atau tulisan. Melainkan bisa apa saja. Sebagaiama Tuhan memerintahkan umat manusia melalui Al-Quaran untuk iqro atau membaca. Dimana membaca yang dimaksud adalah membaca apa saja di dalam kehidupan.

“Jangan hanya menjadi budak informasi. Tapi jadilah produsen dan suplayer informasi. Leluhur kita memiliki begitu banyak informasi tentang segala hal dalam kehidupan yang selama ini tersembunyi dan disembunyikan. Karena itu kita harus mulai melakukan penelitian untuk mengungkapnya,” katanya.

Sementara itu, Kepala BPAD DIY, Budi Wibowo, menyatakan gedung perpustakaan Grahatama Pustaka DIY dibangun seluruhnya dari dana ABPD. Sehingga ia pun berharap gedung perpus yang baru saja selesai dibangun tersebut dapat dimanfaatkan sebaik mungkin oleh seluruh warga DIY.

“Masalah kemiskinan biasanya selalu diatasi dengan bantuan uang atau materi. Namun ketika bantuan materi itu sudah habis maka rakyat akan miskin kembali. Itu terjadi karena tidak ada perubahan minset atau pola pikir. Karena itulah dengan perpustakaan ini diharapkan bisa mengubah minset pola pikir itu,” tuturnya.

Sumber: krjogja.com

Leave a comment

Filed under Perpustakaan

Silahkan Memberikan pesan / komentar

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s