Pacarku Kutu Buku

Ada pasangan yang  pendiam, ada juga humoris. Ada yang senang travelling, ada pula yang hobinya olahraga. Lalu bagaimana jika Anda berpacaran dengan yang hobi membaca buku atau bahkan dijuluki si kutu buku? Yang katanya cupu, tidak gaul dan sebagainya? 

Oleh : Marsita Riandini

Setiap manusia memiliki karakter dan hobi yang berbeda. Disitulah letak keunikannya, sehingga membuat banyak orang belajar memahami karakter satu sama lain. Demikian pula dengan karakter pasangan yang tidak akan sama dengan karakter Anda.
Bagi si kutu buku, buku baginya adalah sebuah jendela kecil untuk melihat luasnya dunia. Dia bisa belajar dari buku-buku yang dia baca tentang persoalan hidup, persahabatan bahkan percintaan. Dalam hubungan dua orang tidak bisa melulu menghindari masalah.
Menanggapi hal ini, Maria Nofaola, S.Psi., M.Psi., Ch.t., Psikolog mengatakan anggapan bahwa si kutu buku tidak gaul, tidak asyik, tidak bisa digeneralisasi. Sebab kata dia, tidak semua ciri orang kutu buku sama. “Kebetulan saja ada orang yang kutu buku, penampilannya cupu. Tetapi banyak pula, apalagi sekarang dengan perkembangan  zaman banyak orang yang gemar membaca, tetapi penampilannya sudah fashionable. Sebaliknya ada juga yang tidak doyan baca buku tetapi penampilannya menunjukkan bahwa dia si kutu buku,” jelas Psikolog di RS Sultan Syarif Mohammad Alkadri ini.
Munculnya anggapan bahwa si kutu buku itu cupu, tidak gaul dan sebagainya itu lantaran dulu orang yang hobi baca buku identik berkacamata. “Kacamata zaman dulu itu tebal-tebal. Makanya dibilang cupu, tapi sekarang kacamata bukan lagi dianggap kuno. Banyak orang bergaya dengan kacamata, bahkan kacamatanya cukup tebal. Jadi tak perlu pusing memikirkan kekhawatiran seperti itu,” ulasnya.
Sebaliknya lanjut dia, memiliki pacar yang doyan membaca buku memiliki kelebihan tersendiri. Diantaranya wawasan yang bertambah. Dia menganggap ilmu itu adalah asetnya. Sama halnya dengan orang yang suka belanja, mungkin dia menjadikan pakaian sebagai aset dalam penampilannya. “Tidak pula harus minder dengannya. Tetapi bisa menjadikannya teman diskusi yang asyik,” saran Maria.
Intinya kata Maria, orang yang senang membaca buku itu orangnya positif. Meskipun kadang dia lebih suka membaca ketimbang berbicara hal-hal yang tidak bermanfaat bagi dia. Baginya, membaca adalah sebuah ritual yang layak diberi waktu khusus.
Ini sangat menguntungkan bahwa Anda juga memiliki waktu me time untuk melakukan berbagai kegiatan, terutama hobi Anda. “Disinilah sebagai pasangan kita harus memahami. Tentu saja dia tidak selamanya membaca buku di setiap kesempatan. Tetapi sebagai pasangan boleh saja mengingatkan jika dia memang terlalu asyik dengan bukunya,” pungkasnya.

Sumber: pontianakpost.com

Comments Off on Pacarku Kutu Buku

Filed under Minat Baca

Comments are closed.