Perpustakaan DIY Usung Konsep Edukasi Rekreatif

YOGYAKARTA, Ikon Yogyakarta sebagai kota pelajar akan semakin lengkap dengan diluncurkannya perpustakaan milik pemprov DIY.

Gedung yang terletak di Jalan Janti, Banguntapan, Bantul ini rencananya diresmikan Gubernur Sri Sultan Hamengkubuwono X, Senin (21/12) pekan depan.

Sebelumnya, Badan Perpustakaan dan Arsip Daerah (BPAD) DIY selaku pengelola telah menggelar serangkaian event untuk mengenalkan gedung yang diberi nama Grhatama Pustaka itu. Diantaranya lomba mewarnai, fotografi, macapat, dan menulis huruf Jawa, serta karnaval.

Selain itu, sejak Senin (14/12) hingga Selasa (22/12) mendatang di lokasi gedung perpusda juga digelar pameran buku melibatkan 12 penerbit di DIY.

“Layanan perpustakaan ini memang kami usung dengan konsep edukatif. Warga dari semua kalangan usia bisa berkunjung kemari,” ungkap Kabid Pelayanan dan Pelestarian Perpustakaan BPAD DIY, Monica Nur Lastiani, Selasa (15/12).

Citra perpustakaan yang terkesan kaku tidak akan dijumpai di tempat ini. Pihaknya telah menyiapkan berbagai fasilitas untuk menunjang kenyamanan pengunjung. Diantaranya auditorium, ruang audio visual, hotspot gratis, ruang digital, dan amphiteater.

Fasilitas unggulan lain dari perpustakaan milik pemprov DIY ini adalah bioskop enam dimensi dengan kapasitas 12 tempat duduk. Setiap hari akan diputar film berdurasi satu jam sebanyak empat kali.

“Perpustakaan ini direncanakan jadi pendapatan daerah sehingga ke depan akan berbayar. Tapi kami jamin tarifnya tidak akan memberatkan masyarakat,” ujar Monica.

Untuk koleksi, dia mengatakan perpustakaan ini memiliki 128.000 judul buku dengan jumlah sekitar 260.000 eksemplar. Koleksi tersebut mulai dari umum, kamus, referensi hingga braille. Sejauh ini, fasilitas braille bagi tuna netra masih sebatas tekstual.

Tahun depan, pihaknya telah mengusulkan pengadaan komputer khusus bagi penyandang difabel. Grhatama Pustaka juga dilengkapi koleksi langka berupa naskah kuno dan staatsblad yang keseluruhan berjumlah sekitar 7.500 judul.

Namun khusus koleksi langka ini tidak boleh dipinjam untuk dibawa pulang, hanya diperuntukan membaca di tempat. Untuk naskah kuno yang amat rapuh, pihaknya tidak memberikan koleksi tekstual melainkan dalam bentuk digital hasil salinan secara berkala.

Sumber: suaramerdeka.com

Leave a comment

Filed under Perpustakaan

Silahkan Memberikan pesan / komentar

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s