Nonton di Bioskop 6D Perpustakaan DIY

YOGYAKARTA – Kebayang enggak, ada perpustakaan dilengkapi bioskop? Enggak tanggung-tanggung, teknologi dalam bioskop itu sudah 6D!

Artinya, kita bisa menikmati film seperti suasana aslinya. Tidak hanya menikmati dengan mata, kita bisa larut dalam jalan ceritanya lewat berbagai efek khusus seperti gerak, kelembaban, cahaya dan gelembung.

Keseruan ini dapat ditemukan di Gedung Grhatama Pustaka yang terletak di Jalan Raya Janti, Banguntapan, Bantul, Daerah Istimewa Yogyakarta. Rencananya, Gubernur DIY Sri Sultan Hamengku Buwono X akan meresmikan perpustakaan tersebut pada Senin, 21 Desember 2015.

Perpustakaan yang berdiri megah di atas tanah seluas 2,4 hektar ini memang bukan perpustakaan biasa. Badan Perpustakaan dan Arsip Daerah (BPAD) DIY merancangnya untuk mengakomodasi kebutuhan pendidikan, penelitian, pelestarian, informasi dan rekreasi.

“Fasilitas yang ada meliputi ruang koleksi, ruang baca yang cukup representatif, ruang pameran, ruang bermain anak, ruang dongeng, ruang seminar atau diskusi, hingga caffe shop,” ujar Kepala Bidang Pelayanan BPAD DIY Monika Nur Lastiani.

Koleksi bukunya beragam. Pengunjung bisa memanfaatkan koleksi buku umum, referensi, jurnal dan buku elektronik hingga koleksi naskah langka dan kuno. Bahkan, ada juga koleksi buku berhuruf braille. Monika mengklaim, perpustakaannya memiliki koleksi buku elektronik terlengkap jika dibandingkan dengan perpustakaan daerah (perpusda) setingkat provinsi se-Indonesia.

“Kami memiliki sekira 7.500 judul naskah kuno. Mereka tidak dipinjamkan, hanya boleh dibaca di sini,” imbuhnya.

Guna memudahkan layanan, Monika menggunakan teknologi Radio Frequency Identification (RFID). Teknologi ini memungkinkan masyarakat melakukan pinjam dan pengembaliam secara mandiri. Selain itu, ada 24 unit komputer yang bisa dipakai untuk membaca buku elektronik koleksi perpustakaan.

“Perpusda ini dikelola sesuai standar internasional,” klaim Monika.

Bangunan dengan ciri khas empat minaret menjulang seperti pensil itu mengandung makna empat kesempurnaan orang Jawa, meliputi prakoso, wulung, wangi, dan agung. Pembangunan gedung yang dimulai sejak 2012 ini menelan biaya Rp72,5 miliar. Sumber dana, kata Monika, adalah APBD DIY.

Nah, untuk menonton di bioskop 6D-nya sendiri, pengunjung harus merogoh kocek. Maklum, biaya perawatan fasilitas ini cukup besar.

“Berapa besarannya, itu yang masih dibicarakan pimpinan. Tapi yang jelas tidak membebani pengunjung,” jelas Monika.

Sumber: okezone.com

Leave a comment

Filed under Perpustakaan

Silahkan Memberikan pesan / komentar

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s