Batang jadi Pilot Project Program 5by20

BATANG- Cerita sukses program perpuseru ternyata benar-benar menarik minat pihak Coca Cola Global untuk memberikan pilot project program 5by20. Program coca cola global untuk kewirausahaan dan pemberdayaan wanita berbasis internet itu telah diberlakukan di banyak negara.

MELEK INTERNET- Usia ternyata tak menghalangi semangat para ibu untuk belajar kewirausahaan melalui program 5by20, Senin lalu, di Kantor Perpusda. AKHMAD SAEFUDIN / RADAR PEKALONGAN

Kerjasama ini merupakan tindak lanjut dari kunjungan Mrs Jackie Duff dan tim dari Coca Cola Global ke Batang, 14 Agustus lalu, guna memantau langsung aktivitas Bengkel Kriya Kantor Perpustakaan dan Arsip Daerah (Perpusda) Batang dan perpustakaan desa mitra perpuseru. Untuk kepentingan tersebut, Coca Cola Foundation Indonesia (CCFI) telah menggandeng 8village sebagai mitra pelaksana.

“Meski diinisiasi CCFI, program 5by20 ini sebetulnya adalah program coca cola global yang terpisah dari perpuseru. Kerjasama ini layak diapresiasi, mengingat program global ini telah diberlakukan juga di banyak negara,” kata Kepala Perpusda Batang, Putut Husamadiman SE, Selasa (15/12).

Dia mengatakan, program kerjasama itu berwujud capacity building dengan sasaran prioritas adalah perempuan wirausaha. Proses mentoring akan dilakukan selama Januari sampai Februari nanti. “Mudah-mudahan, kerjasama ini bisa dirasakan manfaatnya oleh para pelaku usaha di Batang, agar usaha mereka berkembang dan mandiri,” imbuh Putut.

Pihak 8village sendiri telah menurunkan tim yang terdiri dari dua orang, yakni A Khoerudin Latip dan Nanda Puspitarana. Mereka tiba di Batang sejak Kamis lalu dan telah menyelesaikan instalasi URL sebagai link website 5by20 di komputer perpusda dan perpusdes pada Jumat dan Sabtu.

“Setelah aplikasi terinstal, mereka mulai mensosialisasikan program 5by20, dimulai di Perpusdes Sodong pada Hari Sabtu, lalu Senin kemarin di Perpusda, hari ini (kemarin –red) di Rejosari Barat, dan besok (hari ini) di Mentosari,” ungkap Kasie Binbangwas Perpusda, Sulistianto SH.

Dijelaskannya, peserta sosialisasi adalah kelompok wanita, pelaku UMKM, dan pengelola perpustakaan. Uniknya, lanjut Sulis, peserta yang sebagian besar perempuan paruh baya ternyata juga mahir mengoperasikan komputer dan laptop.

“Nantinya, siapapun boleh menggunakan aplikasi ini. Sebab, tim monitoring dan analisa yang berpusat di Atlanta, Amerika, juga akan memantau terus seberapa banyak program ini diakses dan dimanfaatkan masyarakat, terutama kelompok wanita,” terangnya.

Sumber: radarpekalongan.com

Advertisements

Leave a comment

Filed under Perpustakaan

Silahkan Memberikan pesan / komentar

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s