Eksistensi Perpustakaan di Tengah Gempuran Teknologi

KESIBUKAN para pencari ilmu seperti biasanya terlihat dimana-mana, seperti rutinitas harian di Samata-Gowa, tepatnya di kampus peradaban Universitas Islam Negeri Alauddin Makassar. Gadget dan teknologi canggih lainnya bagai surat dan perangko yang tak bisa lepas dari keseharian civitas akademika kampus.

Eksistensi buku yang dianggap merupakan jendela dunia di zaman serba  digital seperti saat ini, sepertinya  sudah pantas dipertanyakan. Perkembangan teknologi informasi yang setiap detik dapat melaju cepat memaksa siapapun yang hidup di zamannya harus secepatnya melakukan penyesuaian diri.

Seperti halnya perpustakaan, jika dahulu hanyalah sebuah ruangan kecil dengan rak seadanya dan terisi  buku usang, kini perpustakaan pun di bangun sudah sedemikian rupa,  guna menarik minat baca kawula muda hingga dewasa.

Perpustakaan seakan sudah menjadi barang wajib setiap institusi pendidikan, ruang baca tersebut haruslah dibuat seefisien dan senyaman mungkin demi mewujudkan pencerdasan kehidupan berbangsa.

Gempuran teknolog  semakin gencar seakan menjadi cambuk untuk terus melakukan inovasi. Salah satu inovasi dari kampus peradaban tersebut,   ialah baru-baru ini dilakukan   pengecatan langit-langit lantai dasar dan perombakan tata letak tempat peminjaman dan pengembalian buku.

Warna biru dan kuning terang mendominasi lantai dasar gudang ilmu tersebut, dengan warna cerah sekaligus terang diharapkan dapat memberikan semangat baru bagi mahasiswa dan civitas akademika kampus  dalam mencari ilmu dan mengupdate informasi terkini. Berbagai fasilitas yang disediakan sedikit banyak telah memberikan kepuasan bagi pengunjung perpustakaan.

Kerapihan dan kebersihan yang selalu terjaga menambah kenyamanan setiap mata yang memandangnya. Berbagai teknologi terbarukan pun telah disediakan seperti akses wi-fi gratis,tempat duduk  nyaman, pelayanan  ramah, pendingin ruangan yang berfungsi baik, pencahayaan, scanner buku dan absen otomatis yang memudahkan absensi pengunjung ladang ilmu UIN Alauddin Makassar.

Seperti yang nampak setiap hari  yakni mahasiswa dan mahasiswi sedang sibuk bercengkrama dengan laptopnya masing-masing dan buku yang terlentang menemani kesibukan mereka. Lanjut ke lantai dua, tiga dan empat, beberapa mahasiswa tengah asyik tertunduk dengan mata berbinar membaca rangkaian kata di halaman-halaman buku yang mereka pegang.

Tak perlu khawatir jika notebook yang di bawa mengalami lowbat, sebab  perpustakaan cukup megah ini  telah menyediakan begitu banyak colokan, bahkan setiap meja yang berisi empat kursi tersedia empat colokan listrik pula. Hal ini cukup banyak mengundang antusiasme mahasiswa dalam mengunjungi perpustakaan yang konon membosankan.

Tetapi bagi segolongan orang, buku itu memiliki sihir tersendiri yang mengundang kecintaan dan rasa penasaran para penikmatnya. Sihir tersebut dapat dibuktikan adanya  puluhan bahkan mungkin ratusan mahasiswa yang berjubel melewati tangga berliuk saat jam istirahat tiba.

Sungguh kekeliruan besar jika ada orang yang mengatakan berkunjung di perpustakaan itu membosankan, sebab jika menyelami lebih dalam dan mencoba mencintai buku beserta tulisan-tulisannya, perpustakaan akan serasa menjadi rumah kedua. Cukup banyak waja serius di sepanjang deretan rak-rak besar yang tengah berusaha menyelesaikan tugas kampus atau hanya sekedar menambah wawasannya sebagai regenerasi penopang bangsa.

Segenap warga UIN Alauddin Makassar patut berbangga memiliki bangunan megah berisi segudang ilmu menunggu untuk di baca di dalamnya. Fasilitas yang berkualitas pun turut memanjakan para pengunjung perpustakaan. Hanya saja salah satu gerbang masuk pintu perpustakaan kurang lebih sebulan ini tidak di buka membuat pengunjung perpustakaan mengalami kebingungan sebelum ada tanda penunjuk.

Setelah penanda terpasang bahwa jalan masuk dikerucutkan kearah depan, barulah mahasiswa tidak lagi mengalami kebingungan. Diharapkan pembangunan dan perbaikan fasilitas sarana dan prasarana perpustakaan terus digalakkan agar minat baca mahasiswa dan civitas akademika dapat di dongkrak naik.

Sehingga generasi penerus bangsa yang berperadaban dan berintelektual tinggi dapat diwujudkan dan UIN Alauddin Makassar dapat dikenal sebagai pencetak orang-orang berpendidikan, berperadaban dan memiliki skill yang mumpuni dalam menghadapi persaingan dunia kerja yang kian ketat.

Citizen Report: Nur Hikmawati

Mahasiswa Prodi Komunikasi Penyiaran Islam, Fakultas Dakwah dan Komunikasi, UIN Alauddin Makassar

Mahasiswa Prodi Komunikasi Penyiaran Islam, Fakultas Dakwah dan Komunikasi, UIN Alauddin Makassar

Sumber: pojoksatu.id

Leave a comment

Filed under Perpustakaan

Silahkan Memberikan pesan / komentar

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s