Perpustakaan Bintan Bisa Mengapung dan Pindah dari Pulau ke Pulau

Seumpama peribahasa sekali dayung, dua-tiga pulau terlampaui. Begitu pula yang dikerjakan kapal motor (KM) Pustaka 3 alias perpustakaan apung milik Kantor Perpustakaan dan Arsip Daerah (KPAD) Bintan. Selasa (6/10) kemarin, di bawa komando Kepala KPAD Bintan, Dahlia Zulfah, perpustakaan apung bertandang ke pulau Kelong dan Air Glubi di Kecamatan Bintan Pesisir.

“Lokasi dua pulau ini kan tak berjauhan. Jadi sekalian singgah juga,” ungkap Dahlia.

Di Pulau Kelong, KM Pustaka 3 yang membawa ratusan eksemplar buku ini singgah di Sekolah Dasar (SD) Negeri 002 Kelong. Di tepi dermaga, puluhan siswa seketika menyerbu perpustakaan apung yang telah bersandar. Petugas perpustakaan dan guru-guru bergantian mengawasi aktivitas siswa hilir-mudik dari kapal ke dermaga. “Minat baca anak pulau memang sangat tinggi,” ujar Dahlia.

Kondisi buku yang berserakan di dalam kapal dan sekitar dermaga juga, kata Dahlia, bukan persoalan besar. Menurutnya, hal ini lumrah-lumrah saja. “Kalau tak berantakan dan semua buku rapi, justru tak terlihat kalau buku-buku itu dibaca,” kata mantan Camat Bintan Utara ini.

Tak kurang dari dua jam, KM Pustaka 3 sandar di dermaga Pulau Kelong. Selanjutnya, kapal hibah dari Perpustakaan Nasional RI ini angkat sauh, melanjutkan perjalanan ke Pulau Air Glubi yang berjarak lebih-kurang 30 menit perjalanan laut.

Sebagaimana di Kelong, siswa-siswa SD Negeri 005 Kelong di Pulau Air Glubi juga tak kalah antusias menyambut buku-buku yang dibawa KM Pustaka 3. Buku-buku cerita anak menjadi primadona di tangan siswa. Seolah tak mau kalah, guru-guru turut mendampingi siswa seraya membaca buku-buku pengetahuan umum. Keadaan ini merupakan cerminan betapa buku masih punya tempat di hati masyarakat di zaman sarat teknologi seperti hari ini.

Kondisi sedemikian ini yang menyalakan api semangat pustakawan KPAD Bintan dalam setiap upayanya meningkatkan minat baca masyarakat, khususnya masyarakat yang tinggal di pulau-pulau, tersebab jarak mereka yang begitu berjauhan dari perpustakaan daerah Bintan di Kijang Kota, Bintan Timur.

Yang tak kalah menarik, di setiap kunjungan ke pulau-pulau, Dahlia beserta jajarannya bergantian selalu mengingatkan program kerja perpustakaan setiap tahunnya. Termasuk di antaranya adalah perlombaan mendongeng. “Kami juga selalu ceritakan betapa Syarifah yang cuma anak di Teluk Sebong bisa terbang ke Jakarta hanya karena kemampuannya bercerita,” tutur Dahlia.

Sementara bagi sekolah-sekolah yang masih satu daratan di Pulau Bintan, tapi lokasinya berjauhan, KPAD Bintan menyediakan dua unit mobil baca keliling. Tak kalah dengan KM Pustaka 3, mobil baca keliling ini juga punya kemampuan angkut ratusan eksemplar buku bacaan. “Itu semua adalah jenis program untuk meningkatkan minat baca masyarakat, khususnya bagi anak-anak Bintan,” tegas Dahlia.

Mendekati pergantian tahun, KPAD Bintan, kata Dahlia, tetap menggulirkan program-program setara. Kunjungan-kunjungan sekaligus penyuluhan minat baca tetap ada. “Bukan hanya di sekolah-sekolah yang ada di daerah kota, tapi juga sampai ke pulau-pulau,” pungkas Dahlia.

Sumber: batampos.co.id

Leave a comment

Filed under Perpustakaan

Silahkan Memberikan pesan / komentar

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s