Haryono Suyono Turut Canangkan Gerakan Gemar Membaca di Gunung Kidul

Rendahnya minat baca masyarakat di tengah perkembangan informasi dan teknologi dunia yang kian pesat menyebabkan kualitas bangsa Indonesia bisa jauh tertinggal. Sebab, rendahnya minat baca mempengaruhi mutu pendidikan dan kualitas generasi muda.

Faktanya, minat baca masyarakat Indonesia memang masih tergolong rendah. UNESCO pada 2012 melaporkan, indeks minat baca warga Indonesia baru mencapai angka 0,001. Artinya dari 1.000 orang Indonesia, hanya ada satu yang memiliki minat baca.

Menyadari hal ini, Kabupaten Gunung Kidul, khususnya Kecamatan Panggang mencanangkan gerakan gemar membaca di Desa Giriwungu. Gerakan ini ditandai dengan peresmian perpustakaan dan lima taman bacaan masyarakat oleh Ketua Umum Yayasan Damandiri, Prof Haryono Suyono didampingi Wakil Rektor 1 UIN Sunan Kalijaga Yogyakarta Prof Sutrisno, Kepala Perpustakaan Daerah Gunung Kidul Ali Ridlo dan Camat Panggang Gunawan di SD Wiloso 2, Desa Giriwungu, pagi ini. Gerakan ini melibatkan mahasiswa Kuliah Kerja Nyata (KKN) tematik Posdaya dari UIN Sunan Kalijaga.

Haryono Suyono dalam kesempatan itu mengatakan, gemar membaca tak hanya mengikis kebodohan dan kemiskinan, tetapi membuat kita bisa meraih mimpi. Karena gemar membaca pula lah membawa Haryono Suyono memperoleh beasiswa kuliah di The University of Chicago atau Universitas Chicago, Amerika Serikat.

Ia berhasil menempuh pendidikan S1 hingga meraih gelar doktor di universitas terbaik dunia tersebut hanya dalam tempo 3 tahun. Bahkan karena prestasinya, Haryono tidak diijinkan pulang ke Tanah Air usai kuliah, tetapi justru mendapat kepercayaan menjabat direktur internasional training pada Universitas Chicago.

“Karena pengalaman membaca itu pun, ketika saya pulang ke Tanah Air akhir 1972, langsung diangkat berdasarkan Keputusan Presiden menjadi pejabat eselon 1 di saat golongan masih 3C. Saat itu, belum banyak orang Indonesia menyandang gelar doktor,” kata Haryono.

Kemudian, Haryono menjadi Menko Kesra dan Pengentasan Kemiskina di usia muda 30 tahun. Ia juga menjabat Kepala BKKBN selama sekitar 15 tahun. Di bawah kepemimpinan Haryono, program KB mendapatkan penghargaan PBB kala itu.

Kepada para siswa dan mahasiswa KKN di Desa Giriwungu, Haryono berpesan agar gemar membaca. Membaca bukan untuk diri sendiri, tetapi berbagi kepada orang lain.

“Waktu di Chicago, profesor saya berpesan jangan sekali –kali menikmati pendidikan mu seorang diri. Sesegeranya kembali ke Tanah Air bagilah ilmu mu kepada orang lain. Karena kamu haus membaca, maka ilmu mu tidak akan habis,” kata Haryono.

Haryono juga berpesan agar perpustakaan desa tidak hanya menjadi tempat untuk menyimpan, membaca dan meminjam buku, tetapi sekaligus tempat pemberdayaan masyarakat. Dalam kesempatan ini pula, Damandiri menyumbang 200 paket buku dan 600 paket lagi dari Perpustakaan Daerah Gunung Kidul.

Gunawan mengatakan, rendahnya minat baca erat kaitannya dengan tingginya angka drop out di tingkat SD sampai SLTA di Gunung Kidul pada tahun 1990-an. Banyaknya siswa yang putus sekolah menyebabkan mereka hanya bekerja sebagai buruh atau petani, dan sebagian lagi menikah usia dini. Angka buta huruf penduduk dewasa dan tua pada waktu itu pun mencapai sekitar 50%.

Tetapi, dengan adanya Pusat Kegiatan Belajar Masyarakat  (PKBM) yang dikembangkan di setiap desa, angka buta huruf bisa ditekan sejak tahun 2000. Saat ini, 80% masyarakat sudah melek huruf.

PKBM adalah kelompok kader dan tokoh-tokoh desa yang mempunyai keterampilan untuk mendidik masyarakat. Juga dibangun perpustakaan desa yang diperuntukkan bagi semua golongan masyarakat.

“Hanya saja sebagian perpustakaan ini kurang aktif alias tidak ramai dikunjungi, karena kebiasaan masyarakat memang kurang suka membaca. Memang harus ada keteladanan dari aparat desa,” kata Gunawan.

Ali Ridlo menambahkan, kurangnya bahan bacaan salah satu penyebab rendahnya minat baca siswa dan masyarakat, di samping karena tidak adanya penyadaran atau keteladanan. Orang tua misalnya, kurang menyarankan anak untuk gemar membaca. Mereka lebih memilih nonton televisi, main game atau facebook.

Untuk menumbuhkan minat baca, Perpustakaan Daerah Gunung Kidul membuat gerakan Pemasyarakatan Minat Baca (GPMB) juga digalakkan Perpustakaan Daerah Gunung Kidul di tingkat kabupaten dan kecamatan.[D-13/L-8]

Sumber: beritasatu.com

Leave a comment

Filed under Minat Baca

Silahkan Memberikan pesan / komentar

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s