Di Tempat Ini, Anak-anak Bayar Upah Cukur Rambut dengan Membaca Buku

Iowa, Ketika orang tua mencukur rambut anaknya di salon, sudah lumrah jika jasa potong rambut dibayar dengan uang. Lantas, bagaimana jika kegiatan membaca buku yang dijadikan alat pembayaran saat anak-anak mencukur rambutnya?

Itulah yang dilakukan tukang cukur di Dubuque’s Spark Family Hair Salon, Courtney Homes. Cara ini dilakukan Homes sebagai rangkaian event tahunan ‘Back to School Bash’ yang digelar di Comiskey Park, Dubusque, Iowa. Tujuannya, untuk mendorong anak-anak agar lebih lancar dan gemar membaca.

“Anak-anak akan datang ke sini dan saya meminta dia untuk mengambil buku yang ia senangi di meja. Jika dia tidak bisa membacanya, saya akan membantu dia memahami ceritanya dan kita akan membacanya bersama-sama sembari saya mencukur rambutnya,” kata Homes.

Dikutip dari berbagai sumber pada Selasa (18/8/2015), awalnya hanya empat anak yang tertarik mencukur rambut dengan bayaran membaca cerita. Namun, jumlah klien cilik Homes makin banyak dan mencapai 20 orang. Anak-anak pun terlihat bersemangat untuk bisa membaca demi mendapat cukur rambut gratis.

Baca juga: Ketika Anak ‘Harus’ Cinta Buku Padahal Orang Tua Tak Suka Membaca

“Cara ini baik untuk mendorong anak-anak lebih rajin membaca. Apalagi, kedua keponakan saya juga amat bersemangat membaca cerita dengan suara lantang, sembari Homes mencukur rambut mereka,” kata salah satu pengunjung, Kathleen Winfrey yang mengantarakan kedua keponakannya mencukur rambut.

Bagi anak yang belum lancar memnaca, Caitlin Daniels selaku koordinator kelas membaca juga membantu anak-anak untuk bisa membaca dengan lancar sementara rambut mereka tengah dicukur. Apalagi, momen masuk sekolah setelah berlibur membuat anak-anak lebih bersemangat memotong rambutnya.

Koordinator ‘Back to School Bash’, Anderson Sainci mengatakan ide dihelatnya acara ini karena ingin menghubungan satu orang ke orang lain dan menambah kemampuan anak untuk bisa membaca. “Merapikan rambut adalah salah satu hal yang menyenangkan bagi anak-anak apalagi jelang masuk sekolah. Memanfaatkan hal ini, kami pun ingin meningkatkan kemampuan anak-anak untuk membaca,” kata Sainci.

sumber: detik.com

Leave a comment

Filed under Minat Baca

Silahkan Memberikan pesan / komentar

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s