Peringati Dirgahayu Pasar Modal, Lembaga SRO Bantu Perpustakaan di 19 Kota

Jakarta —Sebagai bentuk tanggung jawab sosial perusahaan terhadap dunia pendidikan, lembaga self regulatory organization (SRO) di pasar modal yang terdiri dari PT Bursa Efek Indonesia (BEI) bersama PT Kliring Penjaminan Efek Indonesia (KPEI), PT Kustodian Sentral Efek Indonesia (KSEI) berkoordinasi dengan Otoritas Jasa Keuangan (OJK) menyelenggarakan kegiatan program bantuan perpustakaan sekolah. Informasi tersebut disampaikan perseroan dalam siaran persnya di Jakarta, Selasa (11/8).

Sekretaris Perusahaan BEI, Irmawati Amran mengatakan, kegiatan tangung jawab sosial perusahaan atau corporate social responsibility (CSR) dilakukan dalam rangka memperingati 38 tahun diaktifkannya kembali pasar modal Indonesia,”Kegiatan bantuan perpusatakaan sekolah dilakukan secara serentak pada 19 Kantor Perwakilan (KP) BEI yakni berupa pemberian buku dan pengadaan sarana penunjang untuk perpustakaan,”ujar Irmawati.

Dia menambahkan, kegiatan ini bertujuan agar peran perpustakaan di lingkungan sekolah dapat dimaksimalkan oleh setiap pelajar. Sebab peran perpustakaan di setiap sekolah sangatlah penting untuk menciptakan ruang belajar alternatif yang menarik bagi pelajar, serta dapat menjadi katalis bagi kegiatan akademik di sekolah tersebut.

Penyerahan secara simbolis bantuan sarana dan prasarana pendidikan program bantuan perpustakaan sekolah ini dilakukan secara serentak pada 19 sekolah di lokasi KP BEI oleh salah satu perwakilan dari Komisaris/Direksi atau Kepala Divisi dari BEI, KPEI atau KSEI, perwakilan Direksi Emiten, dan perwakilan Pimpinan Otoritas Jasa Keuangan (OJK) setempat kepada Kepala sekolah dari sekolah yang dituju dengan disaksikan oleh Kepala Dinas Pendidikan setempat.

Ke-19 kota tersebut adalah Riau, Padang, Lampung, Batam, Pontianak, Banjarmasin, Balikpapan, Bandung, Yogyakarta, Surabaya, Denpasar, Manado, Makassar, Semarang, Banda Aceh, Medan, Jayapura, Palembang, dan Jambi. Adapun 19 sekolah yang menjadi tujuan bantuan pendidikan ini telah di seleksi dengan beberapa kriteria antara lain tidak memiliki perpustakaan atau kondisi perpustakaan yang ada saat ini membutuhkan bantuan buku-buku maupun sarana penunjang perpustakaan, tidak pernah terlibat dalam kegiatan yang mencoreng dunia pendidikan dan lebih diutamakan bagi sekolah yang memiliki prestasi di bidang akademis dan non akademis.

Disebutkan, ke 19 sekolah yang menerima bantuan pendidikan ini antara lain SMUN 3 Banda Aceh, SMK IT Marina Al Hidayah, SMUN 15 Pekanbaru, SMUN 8 Padang, SMUN 016 Tanjung Piayu Batam, SMUN 2 Bandar Lampung, SMUN 1 Bandung, SMUN 1 Semarang, SMUN 5 Yogyakarta, SMUN 15 Surabaya, SMU PGRI 2 Denpasar, SMU Muhammadiyah 1 Pontianak, SMUN 1 Tanta Tabalong, SMU Muhammadiyah 2 Al Mujahidin, SMUN 2 Makassar, SMUN 9 Manado, SMU YPPK Teruna Bakti Jayapura, SMUN 11 Kota Jambi, dan SMU Kusuma Bangsa.

sumber: neraca.co.id

Leave a comment

Filed under Perpustakaan

Silahkan Memberikan pesan / komentar

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s