Fiskom UKSW Salatiga Kampanyekan Minum Jamu di Halaman Perpustakaan

SALATIGA – Sebanyak 15 orang penjual jamu tradisionil di Salatiga dihadirkan dalam “Kampanye Gemar Minum Jamu” di halaman kantor Perpustakaan dan Arsip Daerah (Persipda) Kota Salatiga. Acara ini digelar oleh mahasiswa Fakultas Ilmu Sosial dan Komunikasi (FISKOM) UKSW Salatiga. Acara ini merupakan tugas akhir kuliah di Fiskom UKSW dan mendapat sambutan hangat dan meriah masyarakat Salatiga.

Suasana ‘Kampanye Gemar Minum Jamu’ di halaman kantor Perpustakaan dan Arsif Daerah Kota Salatiga, Rabu (5/8).

“Tujuan digelarnya Kampanye Gemar Minum Jamu adalah untuk melestarikan jamu tradisionil, yang akhir-akhir ini sudah banyak ditinggalkan oleh khususnya kalangan muda. Sekarang ini, justru masyarakat lebih memilih minum obat kimia daripada minum jamu,” ujar Ridwan Nur Martin, Koordinator Kampanye Gemar Minum Jamu Fiskom UKSW.

Ditambahkan, bahwa acara yang digelar ini merupakan tugas akhir kuliah di Fiskom. Dalam kampanye ini, diisi juga dengan talk show seputar jamu oleh Dokter Yuli (DKK Salatiga) dan Jeng Ratu (penggerak Kampung Jamu Jeng Ratu di Mranggen Semarang). Juga, demo making class pembuatan jamu, expo jamu dan tanaman obat serta minum jamu gratis.

Sementara, Kepala Kantor Persipda Kota Salatiga, Drs Agus Parmadi mengatakan, bahwa kegiatan yang digelar ini sangat erat hubungannya dengan pendidikan serta pengabdian masyarakat. Pengabdian mereka tuangkan dalam promosi gemar minum jamu serta memberdayakan penjual jamu di Kota Salatiga.

“Yang jelas, kami berikan apresiasi akan kegiatan ini. Pasalnya, kegiatan ini dapat menjadi sarana edukasi kepada masyarakat utamanya yang berkunjung ke perpustakaan. Juga, sebagai pengabdian kepada masyarakat maupun menggelorakan kembali minum jamu tradisionil,” tandas Agus Parmadi.

Dalam kampanye gemar minum jamu ini, Fiskom UKSW menghadirkan sebanyak 14 orang penjual jamu dan mereka itu diwajibkan untuk menjajakan jamu. Para penjual jamu ini, oleh Fiskom UKSW diberikan uang transport sebesar Rp 150.000 dan rata-rata mereka membawa 15 botol jamu.

“Saya merasa senang karena kegiatan ini dapat menambah pendapatan kami. Kami juga tidak perlu berkeliling kota dalam menjajakan jamu ini, terima kasih kepada para mahasiswa,” tutur Pardi (42), penjual jamu yang sudah menekuninya selama 15 tahun ini.

Sumber: fajar.co.id

Leave a comment

Filed under Perpustakaan

Silahkan Memberikan pesan / komentar

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s