Mengenal Komunitas Sekolah Rakyat Bhinneka Ceria: Kumpulan Mahasiswa, Terbuka dengan Siapapun, Kecuali Parpol

Sastrawan Pramoedya Anata Toer pernah mengatakan, seorang terpelajar harus juga belajar berlaku adil sejak dalam pikirannya, apalagi perbuatannya. Hal inilah yang menjadi dasar terbentuknya Komunitas Sekolah Rakyat Bhinneka Ceria.

IMAM NURROKHMAN, Purwokerto

Komunitas perpustakaan dan sekolah rakyat Bhinneka Ceria merupakan usaha untuk membuat mahasiswa dan masyarakat berdaya, berjuang, dan belajar bersama. Sejak kelahirannya pada 1 Mei 2010, komunitas perpustakaan dan sekolah rakyat Bhinneka Ceria banyak mengalami pasang surut.

Kelahirannya tak pernah direncanakan, dan diawali hanya dengan bermain malah jadi bukan main – main. Mungkin semangat May Day dan Hari Pendidikan pada tanggal 2 Mei terus menghantui langkah komunitas ini berjalan mencari sebuah jalan keluar dari kemelut bangsa.

Perpusatakaan dan sekolah rakyat Bhinneka Ceria bukanlah komunitas yang melepaskan diri dari masyarakat yang terus bergerak. Dengan itulah mereka menyebut diri sebagai komunitas organik, dimana komunitas ini bergerak untuk menjawab persoalan yang multidimensional dan tidak bisa dipisahkan oleh masyarakat.

Komunitas yang terdiri dari kumpulan mahasiswa dari berbagai universitas, mengabdikan diri untuk membumikan idealita ke ranah realita. Dimana mereka akan memberikan teori kedalam praktik.

“Demi Indonesia, sudah seharusnya tidak takut lagi untuk menjadi pemuda dan pemudi yang optimis,” ujar Kepala Sekolah Rakyat Bhinneka Ceria, Istnain Ginanjar Bagus.

Kegiatan yang dilakukan terfokus pada pengembangan kapasitas relawan Bhinneka Ceria, juga pendidikan anak – anak dan masyarakat desa. Bhinneka Ceria juga memfokuskan diri pada nilai – nilai mempromosikan Pancasila dalam semangat gotong royong, mempromosikan pendidikan untuk semua kalangan, mempromosikan hak – hak masyarakat desa, mempromosikan peran pemuda – pemudi dalam pembangunan masyarakat serta mempromosikan perjuangan mewujudkan masyarakat adil makmur.

Langkah dan tahapan promosi tersebut diwujudkan dalam wilayah pengabdian, dengan membuat pengembangan kapasitas relawan Bhinneka Ceria.

Dikatakan Istnain, mereka mendirikan perpustakaan desa dan sarana informasi, membuat pendidikan alternatif untuk membangun komunitas pembelajar untuk anak–anak, membuat pembangunan masyarakat dan pengelolaan potensi desa.

“Kita juga membangun kesadaran pemuda-pemudi desa terhadap hakhaknya sebagai warga negara dengan mendirikan organisasi pada tingkatan dusun,” tuturnya.

Bhinneka Ceria juga terbuka untuk menerima bantuan dari siapapun dan dari manapun kecuali partai politik. “Untuk jadi relawan ada donasi bulanan yang dikirim via rekening sebesar Rp 10 ribu, namun sebelumnya mengisi formulir yang ada di website http://www.bhinnekaceria.com. Dana tersebut nantinya akan dialokasikan kepada kegiatan-kegiatan Bhinneka Ceria dan transparasinya akan di up date via fan page Bhinneka Ceria,” terangnya.

Sumber: indopos.co.id

Leave a comment

Filed under Perpustakaan

Silahkan Memberikan pesan / komentar

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s