Kitab Kuno Ratusan Tahun Milik Pesantren Nurul Iman Terbakar

JAMBI – Sejumlah koleksi buku Kitab Kuning yang berusia sekitar 120 tahun hangus terbakar saat jago merah mengamuk di Pondok Pesantren Nurul Iman, Ulu Gedong, Kecamatan Danau Teluk, Kota Jambi, Selasa (28/7) kemarin. Kejadian ini membuat para santri berhamburan ke lapangan ponpes.

Sejumlah kitab di Pesantren Nurul Iman di Seberang yang terbakar Selasa (28/7/2015)

Informasi yang dihimpun, api baru diketahui setelah merembet ke ruang kelas dan perpustakaan ponpes yang terbuat dari papan di lantai satu. Kejadian ini pun membuat panik para santri dan santri baru yang ketika itu tengah mengikuti Masa Orientasi Siswa (MOS) dilantai dua bangunan ponpes.

Sejumlah koleksi kitab kuning masih bisa diselamatkan meski dalam kondisi sobek maupun basah. Beberapa diantaranya ada yang ludes menjadi abu.

“Sumber api belum bisa dipastikan, dugaan sementara api muncul dari ruang perpustakaan. 25 persen bangunan terbakar,”kata Darmawi, Kabid Ops Damkar Kota Jambi di temui dilokasi kejadian.

Musibah kebakaran yang menghanguskan ruang perpustakaan ponpes Nurul Iman cukup mengganggu aktifitas pembelajaran.

A Muhid, Pimpinan Ponpes Nurul Iman mengatakan, sejumlah kitab kuning klasik berusia 100 tahun keatas terbakar, merupakan referensi belajar sejak awal berdirinya ponpes Nurul Iman tahun 1915.

“Memang jarang digunakan dalam proses pembelajaran, kalau ada hal-hal tertentu baru kita gunakan sebagai referensi,”katanya saat dibincangi Tribun di lokasi kejadian.

Selain menjadi referensi, kita kuning seperti kitab fiqih, tajwid, nahwu dan lainnya saat ini sudah tidak di cetak lagi. Bahkan, kitab-kitab tersebut sudah tidak dicetak lagi saat ini. Kondisi ini cukup menyulitkan jika suatu saat pihaknya membutuhkan referensi.

“Kebanyakan sekarang ini, kitabnya sudah moderen. Jadi tidak ada lagi kitab seperti itu, karna itu kitab klasik,”katanya.
Di perpustakaan ponpes nurul iman sendiri memiliki hampir 1.000 koleksi kitab dan buku untuk menunjang proses belajar mengajar. Selain kitab kuning juga ada buku-buku pelajaran umum yang turut terbakar.

Tuan Guru Tarmizi, seorang sesepuh pondok pesantren Nurul Iman juga mengatakan hal sama. “Kitab kuning di ponpes ini sama tuanya dengan pondok pensantren. Itu sudah menjadi ciri khas di ponpes ini,” katanya.

Namun, ia mengatakan, kebakaran yang terjadi merupakan musibah yang harus dijadikan pembelajaran. Ia berharap, peristiwa tersebut tak akan mengganggu semangat para santri untuk terus menimbah limu. “Paling dua hari ini kita bersih-bersih dulu, yang mana kitab yang masih bisa digunakan itu kita gunakan,”ujar tuan guru Tarmizi. (dnu)

Sumber: jambi.tribunnews.com

Leave a comment

Filed under Pustaka

Silahkan Memberikan pesan / komentar

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s