Buku Karya Denny JA Berjudul “Sapu Tangan Fang Yin” Laris Manis

JAKARTA – Salah satu buku karya Denny JA, berjudul ‘Fang Yin’s Hankerrchief’ (Sapu Tangan Fang Yin) berhasil menjadi best seller atau terlaris di toko buku online terbesar dunia, Amazon.com. Namun, pendiri Lingkaran Survei Indonesia (LSI) tersebut mengaku tak menyangka bukunya banyak diminati pembaca baik di dalam negeri maupun luar negeri. “Sayapun tak menduga,” katanya, Selasa (28/7).

Denny mengaku telah mengetahui bukunya bertengger di peringkat pertama kindle store kategori puisi dunia, Selasa (28/7). Bahkan melampaui buku sastrawan legendaris dunia seperti William Shakespeare, Jalaluddin Rumi, Kahlil Gibran, Allan Poe, Walt Whitman, Homer dan satrawan lain.

Menurut dia, ada empat hal yang membuat bukunya booming. Pertama, buku ini membawa inovasi dalam dunia puisi. “Saya memperkenalkan genre baru puisi esai, yaitu puisi yang beropini seperti esai untuk sebuah isu sosial. Bentuknya seperti cerpen yang dipuisikan, penuh dengan data dan catatan kaki selayaknya paper akademis,” ujarnya.

Kedua, buku ini juga disajikan dengan cara berbeda dibandingkan buku puisi lain. “Bukunya penuh dengan lukisan di setiap halaman. Ia semacam komik puisi,” katanya lagi.

Ketiga, isu yang diangkat adalah tentang diskriminasi. “Bagi pembaca barat yang menjadi mayoritas pembeli, isu ini dianggap seksi, membangkitkan rasa ingin tahu mereka.”

Sementara yang keempat, Denny JA mendapatkan dua penghargaan dari instutusi berwibawa kelas dunia. Pertama: Time Magazine 2015 selaku 30 tokoh paling berpengaruh di dunia internet. Kedua: Twitter Inc sebagai Golden Tweet 2014 runner up. “Penghargaan itu mungkin ikut membuat pembaca dunia ingin mengetahui karya saya,” imbuhnya.

Terbukti, banyak review pembaca dunia yang membeli dan membaca buku itu, memberikan penilaian tertinggi, 5 bintang. Buku ini berkisar tentang kisah cinta dalam setting kerusuhan tahun 1998 di era reformasi yang mengantarkan demokrasi ke Indonesia.

Namun saat itu terjadi sisi gelap perkosaan massal atas gadis Tionghoa. Fang Yin adalah salah satu yang diperkosa massal. Ia marah dan keluarganya pindah ke Amerika. Namun Indonesia kemudian berubah.

Perlakuan terhadap etnis Tionghoa semakin baik. Fang Yin juga akhirnya berubah dan kembali ke Indonesia. “Ini kisah cinta yang tragis dalam setting politik khas negara berkembang,” tuntasnya. (yulian)

Sumber: poskotanews.com

Leave a comment

Filed under Pustaka

Silahkan Memberikan pesan / komentar

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s