Ridwan Sulap dari Perahu, Becak, dan Motor Menjadi Perpustakaan Berjalan

Semakin banyak orang yang membaca, makin banyak pula ilmu tersebar. Itulah yang dilakukan Muhammad Ridwan Alimuddin, lelaki kelahiran, Tinambung, 23 Desember 1978, tak hanya buat perahu Pustaka, akan tetapi becak pun disulap jadi becak pustaka.

Becak pustaka itu kata Ridwan, bila Perahu Pustaka itu jangkaunnya di pesisir dan pulau kecil, sedangkan Becak Pustaka disiapkan untuk kampung halamannya, di Polewali Mandar (Polman), Sulawesi Barat.

“Agak aneh rasanya kalau anak-anak di pulau kecil dan tempat lain kita ajak anak-anak baca buku, tapi di lingkungan sendiri tak diajak,” ujarnya.

Becak pustaka ini akan menyasar sekolah dasar (SD) pada jam istirahat dan sore hari. “Kalau sekolah rencana pukul 08.00-10.00 wita, dan pulang sekolah pukul 15.30-17.30 wita,” ungkapnya.

Becak pustaka ini akan mampir di empat desa di Kecamatan Balanipa, Polman, Sulbar, yaitu Desa Galung Tulu, Sabang Subik, Pambusuang, dan Bala. “Tiap hari desa ini akan digilir,” ujarnya.

Tak hanya itu, Ridwan juga tengah menyiapkan Motor Pustaka. Motor pustaka ini akan mengjangkau daerah pengunungan, kampung terpencil. Jadi, lengkaplah Perahu pustaka, Becak Pustaka dan Motor Pustaka, dan Bendi Pustaka Paqissangang, ala Muhammad Rahmat Muchtar.

Sumber: indopos.co.id

Leave a comment

Filed under Perpustakaan

Silahkan Memberikan pesan / komentar

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s