Komunitas Turun Tangan Dirikan Rumah Baca di Dekat Sinabung

MEDAN – Komunitas Turun Tangan chapter Medan yang ikut membantu korban erupsi Gunung Sinabung. Koordintaor komunitas, Kurnia Ramadhana mengatakan, mereka mendirikan rumah baca yang hanya berjarak 2,4 kilometer dari Gunung Sinabung di Desa Mardinding,Kabupaten Karo, Rabu (15/7/2015).

Komunitas Turun Tangan berfoto bersama di depan rumah baca di dekat Sinabung.

Menurutnya, pendirian rumah baca dilakukan agar pendidikan anak-anak sekitar Gunung Sinabung tidak ketinggalan. Ia mengatakan di desa tersebut komunitas Turun Tangan menyewa satu rumah selama satu tahun. Di dalam rumah tersebut sekitar seribu buku disediakan untuk anak-anak.

“Karena target pembaca utama ialah anak-anak maka buku yang ada disitu ialah buku pelajaran sekolah dasar dan sekolah menengah pertama. Juga ada beberapa majalah anak-anak agar mereka senang membaca. Semua anak gratis masuk ke rumah baca tersebut namun hanya membaca saja. Kalau situasi sudah kondusif maka kami membuat program meminjamkan buku,” ujarnya sambil tersenyum.

Ia menjelaskan buku-buku tersebut berasal dari banyak penyumbang yang tergabung dalam komunitas Turun Tangan di seluruh Indonesia seperti Bogor, Jakarta, Bandung, Jawa Timur, dan Medan. Lalu saat di lokasi gunung Sinabung juga bekerjasama dengan komunitas turun tangan Karo.

“Bahkan kemarin ada orang yang datang dari Bogor langsung memberikan bantuan buku di Sinabung. Dia nyumbang empat kardus. Pas kami di loaksi ada juga orang Swedia yang memberikan bantuan tunai. Jadi kami senang bisa membantu meskipun bantuan kami tidak banyak dan hanya berupa buku,” katanaya.

Anggota komunitas Turun Tangan chapter Medan, Ahmad Zhafri Akmal mengatakan program lain komunitas mereka ialah Enviroment Care Of Tangan Medan. Program tersebut ialah kegiatan yang mengkhususkan kebersihan lingkungan sungai. Menurutnya menjaga kebersihan sangat perlu dilakukan agar tidak menghambat arus sungai dan memnyebabkan banjir.

“Kami saat ini masih fokus menjaga kebersihan lingkungan di Kampung Aur, Medan Maimun. Lalu jika misi kami selesai di daerah itu maka akan lanjut di sungai Deli lainnya. Namun saat ini belum tau ke mana sih karena masih tahap rencana dan masih tahap evaluasi.

Akmal menjelaskan program lain mereka ialah gerakan mengajar siswa TK dan SD yang kurang mampu. Program tersebut sudah mereka jalankan di Sekolah Dasar PBATI, dan Yayasan Dian Bersinar. Pelajaran yang diajarkan ialah Mate-matika, Biologi, Bahasa Indonesia, Bahasa Inggris. Dalam sebulan mengajar empat kali dan dilakukan setiap Sabtu.

“Supaya siswa tidak bisan kami biasanya buat games-games menarik agar mereka tidak bosan. Gamesnya misalnya tebak-tebakan, kuis. Lalu yang berhasil menjawab pertanyaan maka akan diberikan hadiah,” katanya.

Sumber: tribunnews.com

Leave a comment

Filed under Perpustakaan

Silahkan Memberikan pesan / komentar

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s