Flores Timur Kesulitan Tenaga Pustakawan

LARANTUKA -Kondisi perpustakaan di Indonesia saat ini telah menunjukkan banyak kemajuan, ditandai dengan berkembangnya perpustakaan pada berbagai strata masyarakat dan ini tidak terlepas dari dukungan pemerintah pusat, pemerintah provinsi dan kabupaten/kota serta semua pemangku kepentingan. Namun di Flores Timur masih menemui kendala, yakni ketiadaan pustakawan.

Hal itu disampaikan Kepala Perpustakaan Nasional RI-Deputi Bidang Pengembangan Sumber Daya Perpustakaan Badan Perpustakan Nasional, Woro Titi Haryanti, dalam sambutan pembukaan Rapat Koordinasi (Rakor) Perpustakaan Provinsi NTT Tahun 2015, di aula Gelekat Nara, Larantuka, bulan lalu. Rakor itu dibuka Gubernur NTT yang diwakili Sekda Flotim, Anton Tonce Matutina.

Woro mengatakan, penyelenggaraan dan pengelolaan perpusatakan yang masih belum mengikuti standar yang baku mengakibatkan layanan yang diberikan masih terkesan seadanya, infrastruktur tidak disiapkan secara matang, SDM atau pustakawannya tidak kompeten dan bahkan ada perpustakaan yang tidak mempunyai pustakawan.

Woro mengharapkan, khusus di NTT semua komponen didalamnya perlu memberikan perhatian yang lebih besar lagi bagi pengembangan perpustakaan dan memberikan dukungan penuh untuk promosi gemar membaca dan pemanfaatan perpustakaan.

Rapat koordinasi ini , kata Woro, merupakan forum yang strategis dan penting untuk berkoordinasi menyampaikan ide, gagasan. Saran dan masukan yang sangat bermanfaat dalam merumuskan arah kebijakan dan program terbaik yang mengacu pada kebijakan dan program nasional guna mewujudkan pembangunan sumber daya manusia melalui perpustakaan sebagai wahana pembelajaran sepanjang hayat dalam mendukung Sistem Pendidikan Nasional (Sisdiknas) di NTT.

“Saya katakan penting karena forum ini menjadi wadah untuk saling berkoordinasi tentang bagaimana melaksanakan pengembangan perpusatakaan di NTT sesuai amanah UU No 43 Tahun 2007 tentang Perpustakaan,” kata Woro.

Ketua Panitia Rakor, Fredy Kabobu, mengatakan, tema rakor 2015, yakni “Optimalisasi Layanan Perpustakaan Menuju NTT Cerdas melalui Pembudayaan Kegemaran Membaca”. Rakor dilaksanakan selama 3 hari, 27-29 Mei 2015. Peserta yang mengikuti Rakor, yakni Kepala Badan/Kantor dan Sekretaris dari 21 kabupaten/kota. Hadir dalam kegiatan yang dibuka Sekretaris Daerah (Sekda) Kabupaten Flotim, Anton Tonce Matutina, 40 orang dari 19 kabupaten/kota, kecuali Malaka, Belu dan Sumba Barat Daya. (iva)

Sumber: tribunnews.com

Advertisements

Leave a comment

Filed under Pustakawan

Silahkan Memberikan pesan / komentar

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s