Rangsang Budaya Baca, KPAD KBB Sediakan Rp 100 Juta

NGAMPRAH, Pemerintah Kabupaten Bandung Barat melalui Kantor Perpustakaan dan Arsip Daerah menyalurkan anggaran senilai total Rp 100 juta untuk perkembangan taman bacaan masyarakat (TBM). Dana APBD itu dibagikan kepada 10 TBM, masing-masing Rp 10 juta.

“Tahun 2014 ada bantuan Rp 10 juta untuk 10 TBM, tahun ini juga sama. Sekarang sudah ada 7 TBM yang disetujui akan menerima bantuan, tinggal 3 lagi yang belum ditentukan karena harus diverifikasi dulu syarat-syaratnya,” kata Kepala KPAD KBB Euis Suryati, di kantornya, Ngamprah, akhir pekan lalu.

Dia mengatakan, uang itu diberikan sebagai insentif agar TBM-TBM di KBB bisa berkembang. Selain itu, diharapkan pula bisa bermunculan TBM yang baru. “Uang itu untuk operasional dan pelayanan TBM, seperti pembuatan rak, meja, kursi, dan lain-lain,” ujarnya.

Menurut dia, saat ini di KBB terdapat sekitar 50 TBM. Secara legitimasi, kata dia, perkembangan TBM di KBB berada di bawah Dinas Pendidikan, Pemuda, dan Olahraga (Disdikpora) melalui Bidang Pendidikan Anak Usia Dini. Akan tetapi, pembinaan TBM menjadi kewenangan KPAD.

“Terutama mengenai teknisnya, itu oleh kami. Seperti pengkatalogan, itu KPAD yang memberikan pelatihan. Kami memberikan pinjaman 200 buku, tapi belum untuk semua TBM. Sekarang ini belum semua buku disebarkan, baru dipilah untuk tiga TBM,” paparnya.

Dia berharap, kebijakan tersebut bisa menjadi stimulan bagi masyarakat guna membudayakan minat baca.

“Berkat kepedulian Pemkab Bandung Barat terhadap pengembangan perpustakaan sebagai pusat belajar dan kegiatan masyarakat berbasis teknologi dan informasi, belum lama ini Pak Bupati mendapatkan penghargaan tingkat nasional dari suatu perusahaan swasta,” sebutnya.

Wildan Awaludin (24), pengelola TBM Cibungur di Desa Batujajar Timur, menyambut baik dana bantuan dari KPAD itu. Soalnya, kata Wildan, TBM Cibungur belum merasakan kontribusi Pemkab Bandung Barat dalam pengembangan TBM.

“TBM Cibungur didirikan sejak lima tahun lalu, tapi kami belum pernah mendapat bantuan dari pemerintah daerah. Pinjaman buku juga belum ada. Buku-buku di sini kebanyakan hibah dari komunitas-komunitas, kemudian dari Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan RI maupun Badan Perpustakaan dan Kearsipan Daerah Jawa Barat,” ucapnya.

Menurut dia, bantuan KPAD tersebut berguna untuk merangsang pertumbuhan TBM di KBB, secara umum untuk memasyarakatkan budaya baca.

“Mungkin bantuan itu lebih diutamakan untuk TBM-TBM yang baru berkembang dulu. Yang penting, ada upaya untuk saling menguatkan budaya baca, baik dari masyarakat maupun dari pemerintah,” tuturnya. (Hendro Husodo/A-89)

Sumber: pikiran-rakyat.com

Leave a comment

Filed under Minat Baca

Silahkan Memberikan pesan / komentar

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s