Perpustakaan Masjid Gedhe Dibuka Kembali

Jajaran Muspika Kecamatan Gondomanan menyaksikan koleksi Perpustakaan Masjid Gedhe Kauman. Foto: Febriyanto

YOGYA  – Setelah sekitar 10 tahun vakum karena kesibukan pengurusnya, Perpustakaan Masjid Gedhe yang berada di Halaman Selatan Masjid Gedhe Kauman Yogyakarta akhirnya dibuka kembali. Grand Opening perpustakaan yang mengusung jargon ‘Cinta Buku Cinta Ilmu Cinta Perpstakaan’ ini dilaksanakan, Sabtu (4/7) dengan orasi budaya Hanum Salsabiela Rais.

“Daya baca dan literasi masyarakat Indonesia masih sangat rendah. Karena itu saya menyambut positif dibukanya kembali perpustakaan ini. Apalagi sekarang ini cukup rpihatin, umat muslim dunia yang jumlahnya sangat banyak hanya menyumbang 1,5 persen literasi ilmu pengetahuan bagi dunia sains saja,” tutur Hanum Salsabiela Rais saat memberikan orasinya.

Karena itu kebangkitan ilmu pengetahuan di kalangan umat muslim perlu dibangkitkan lagi seperti kejayaannya era abad 7-15 dengan lahir tokoh-tokoh ilmuwan muslim seperti Ibnu sina, Ibnu Rusdi dan sebagainya. Bahkan ketika itu ilmuwan muslim mampu membuka tabir dan menjadi jembatan ilmuwan barat untuk menemukan kembali pondasinya setelah karya-karya Aristoteles dan lainnya banyak diungkap ilmuwan muslim yang lantas diterjemahkan dalam berbagai bahasa.

Bahkan ketika itu merunut sejarah, masjid bukan hanya untuk ibadah spiritual semata. Tapi pusat kegiatan yang bermanfaat bagi banyak orang. Tidak heran jika kemudian lahir universitas yang berbasis masjid, seperti Universitas Cordoba, Al Azhar dan sebagainya. “Jadi perpustakaan Masjid Gedhe ini harapannya tidak hanya untuk membaca saja. Tapi sebagai pusat kegiatan yang mampu memberikan manfaat bagi banyak orang,” tutur putri Amien Rais ini.

Sedang Ketua Takmir Masjid Gedhe Kauman Budi Setiawan mengaku akan mengalokasikan anggaran khusus untuk pengelolaan perpuatakaan ini. Selain itu juga mengupayakan melalui berbagai sumber guna melengkapi koleksi yang ada.

“Meski sederhana kami coba terapkan pengelolaan perpustakaan moderen. Kami lengkapi dengan komputer dan wifi untuk mendukung keberadaan perpustakaan berbasis teknologi informasi,” tuturnya.Sementara Camat Gondomanan Agus Arif Nugroho mendukung penuh pembukaan kembali perpustakaan ini. Pihaknya siap memfasilitasi, khususnya terkait dengan birokrasi jika ada keinginan pengurus untuk berhubungan dengan jajaran pemerintahan.

“Semoga masjid bukan cuma tempat ibadah semata. Akan ada interaksi sosial positif sehingga mampu menekan angka perbuatan tidak baik di kalangan remaja yang cukup meresahkan,” jelasnya. Sementara salah satu pionir pendiri perpustakaan Masjid Gedhe Kauman Widyastuti menyebut perpustakaan ini awalnya dibuka tahun 1982. Ketika itu perpustakaan adi pusat kegiatan yang menghasilkan banyak agenda unggulan di Masjid Gedhe Kauman. Tapi seiring kesibukan pengurusnya, perpustakaan ini vakum dan baru mulai diaktifkan lagi.

Sumber: krjogja.com

Leave a comment

Filed under Perpustakaan

Silahkan Memberikan pesan / komentar

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s