USAID PRIORITAS Hibah 3.600 Buku di Pijay

MEUREUDU — Sebanyak 3.600 buku yang terdiri dari buku bacaan fiksi dan non fiksi dibagikan kepada 24 sekolah mitra USAID PRIORITAS di kabupaten Pidie Jaya (masing-masing sekolah mendapatkan 150 judul buku). Pemberian buku dalam rangka menumbuhkembangkan kembali budaya membaca di sekolah mendapat sambutan secara positif, “Program ini dalam rangka mengembangkan gemar membaca bagi para siswa,” kata Mashadi koordinator USAID PRIORITAS Kabupaten Pidie Jaya pada kegiatan seleksi buku yang layak baca bagi siswa di Aula Bappeda Pijay (29/6/2015).

Untuk memberikan buku yang bermutu bagi siswa, seperti buku yang mengandung nilai pendidikan moral dan budaya serta menghindari buku-buku yang bertentangan dengan norma-norma agama serta pendangkalan akidah, maka dilibatkan utusan sekolah (guru dan kepsek), dinas pendidikan dan kemenag untuk melakukan seleksi dan menentukan buku yang layak diberikan kepada sekolah. Sekolah menyeleksi sendiri buku bacaan yang layak baca, selanjutnya setiap sekolah berdiskuki dan rapat pleno semua peserta untuk menentukan buku. Buku yang layak dibaca oleh guru tetapi tidak layak dibaca oleh siswa juga tidak akan dihibahkan.

“Kegitan ini sangat tepat dilakukan untuk menghindari buku-buku yang tidak layak baca bagi siswa terutama yang berkaitan dengan pendangkalan akidah, sekolah secara langsung terlibat bersama pemda untuk menyeleksi buku dapat dicontohi oleh pihak lain yang berencana menghibahkan buku kepada sekolah,” Kata Mashadi.

buku tersebut mengandung nilai pendidikan moral dan budaya yg baik bagi anak-anak, seperti ketaqwaan kpd tuhan, kepatuhan kpd orang tua, kejujuran, kerja keras, tenggang rasa, dsb. Hati-hati dg issu penyebaran aliran sesat, pendangkalan aqidah, dan pengenalan budaya asing yg terlalu dini bg anak anak, ditulis dengan kata dan kalimat yg santun, bukan dengan kata kata makian, kasar, kata tabu, karena kata dalam buku akan menjadi kosakata anak dari waktu ke waktu.

judul buku, judul bab, judul subbab, ilustrasi, gambar, dsb tidak mengarah pada issu sara (suku, agama. Ras) dan tidak ditafsirkan sebagai simbol, ungkapan, atau kelaziman dalam agama atau kepercayaan tertentu. Hati hati dengan gambar atau ilustrasi yang vulgar, seksi, atau menakutkan bagi anak. tidak bercerita tentang dunia jin, hantu, dedemit, atau hal hal lain yg menakutkan bagi anak anak.

Dengan kriteria yang telah ditentukan kami diberikan kewenangan untuk memilih buku – buku yang layak baca untuk anak – anak tingkat SMP/MTs serta sesuai dengan konteks daerah, ini salah satu cara yang tepat untuk menghindari beredarnya buku – buku yang tidak layak dalam dunia pendidikan apalagi bertentangan dengan ajaran agama”, “Dikarenakan buku – buku ini akan dijadikan bahan bacaan anak – anak tingkat SMP/MTs, maka penyeleksian buku sangat penting dilakukan sehingga buku ini layak dan tepat sesuai dengan kearifan local serta tidak bertentangan dengan syari`at Islam.” Fadhlullah (Ka. SMPN 2 Bandar Dua).

Untuk mengembangkan budaya baca yang dprogramkan pelatihannya oleh USAID PRIORITAS, maka sangat tepat buku ini dihibahkan kepada sekolah. Disamping itu sekolah juga saat ini memerlukan tambahan buku bacaan guna mendukung budaya baca yang telah dijalankan oleh sekolah yang merupakan juga program kementerian pendidikan dan kebudayaan.

Sumber: harianaceh.co.id

Advertisements

Leave a comment

Filed under Pustaka

Silahkan Memberikan pesan / komentar

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s