Manfaat Perpustakaan Desa Di Gunungkidul, Pemberdayaan Masyarakat Hingga Objek Wisata

GUNUNGKIDUL-Perpustakaan Desa (Perpusdes) bukan hanya menjadi tempat untuk membaca atau meminjam buku, melainkan sarana meningkatkan kesejahteraan masyarakat pedesaan yang berujung pada alternatif objek wisata di Kabupaten Gunungkidul.

Kepala Kantor Perpusatakaan dan Arsip Daerah Kabupaten Gunungkidul, Ali Ridlo, pada Selasa (16/6/2015) menyebutkan, dengan jumlah desa 144, sudah ada 148 Perpusdes di Gunungkidul, yang masing-masing telah memiliki minimal 1.000 buah buku, yang bisa dibaca maupun dipinjam oleh warga desa.

Dari 148 Perpusdes, 12 di antaranya merupakan percontohan Perpusdes yang tak hanya menerima kegiatan membaca dan meminjam buku, melainkan kegiatan pemberdayaan masyarakat.

Empat di antaranya dianggap sudah mampu menjalankan peranan pemberdayaan masyarakat melalui pendidikan dan pelatihan sistem pertanian modern. Empat Perpusdes itu yakni Perpusdes Ngupoyo Pinter, Bendung, Semin, Perpusdes Gardu Pintar, Kepek, Wonosari, Perpusdes Gelis Pinter Maca, Bedoyo, Ponjong, dan Perpusdes Berseri, Kepek, Saptosari.

Kegiatan pertanian modern yang digerakkan di empat Perpusdes tadi meliputi digelarnya kegiatan pengolahan pangan oleh masyarakat. Bahkan, kini Perpusdes mampu mengembangkan hingga 30 jenis olahan pangan hasil pertanian.

Konsep Perpusdes yang memberdayakan masyarakat dimulai dari adanya komputer dan internet, yang kemudian digunakan oleh masyarakat untuk mencari informasi, melengkapi yang sudah mereka dapatkan dari buku.

Kemudian, informasi tadi akan diserap menjadi ide, yang diolah masyarakat dan diterapkan dalam sebuah gerakan di tengah masyarakat.

“Dari program yang dibentuk, akan muncul hasil olahan pangan, atau keunggulan lain dari desa tersebut. Nah, dengan terus dilakukan pembinaan oleh Perpusdes, maka keunggulan tadi bisa menjemput pariwisata, wisatawan bisa diarahkan ke sana, baik untuk oleh-oleh atau program-program tadi,” urainya, di sela Bedah Buku Bersama Forum Penulis Negeri Batu, di Bangsal Sewokoprojo.

Tak hanya mengeluarkan produk dan program, kini KPAD Kabupaten Gunungkidul juga melengkapi pembinaan Perpusdes dengan marketing online, jadi masyarakat bisa memperluas jangkauan promosi dan meningkatkan penjualan produk yang dihasilkan. Produk yang dihasilkan sudah beragam, seperti olahan pangan, anyaman, hingga menjual hasil pertanian segar.

Dalam kesempatan yang sama, Pengelola Perpusdes Ngupoyo Pinter, Bendung, Semin, Suparno menjelaskan ada konsep bahwa Perpusdes Ngupoyo Pinter harus bisa menjadi pusat belajar masyarakat. Kemudian, ia melihat kebanyakan masyarakat berprofesi sebagai petani, sehingga ia menggabungkan ide Perpusdes dengan ide pemberdayaan masyarakat sekaligus pengembangan pertanian.

Dari konsep itu selanjutnya, petani di wilayah Bendung menjadi tahu kehadiran komputer dan internet bisa mendukung dan memberikan kontribusi supaya bisa memberikan dampak positif kepada petani. Di Bendung sendiri, dari hasil pembinaan Perpusdes, petani mampu menghasilkan benih unggul dan bisa menghasilkan keuntungan finansial dari program teknik holtikultura.

Sumber: harianjogja.com

Leave a comment

Filed under Perpustakaan

Silahkan Memberikan pesan / komentar

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s