Perpustakaan Bung Karno Gelar Pameran di UNS

SOLO – Sebagian buku dan foto koleksi Perpustakaan Bung Karno dipamerkan di gedung Pusdiklat Universitas Sebelas Maret (UNS) Solo, Senin (15/6). Pameran ini bagian dari kerjasama Institut Javanologi dengan UPT Perpustakaan Proklamator Bung Karno di Blitar yang menggelar seminar “Nasionalisme dan Pemikiran Bung Karno untuk Indonesia.”

Kepala Institut Javanologi Prof Drs Sahid Teguh Widodo MSc PhD menyebut karya Bung Karno banyak menyebut istilah-istilah Jawa. Ini merupakan kearifan lokal yang bisa dijadikan sebagai penguatan karakter bangsa. “Ketika memberikan penekanan hal-hal yang sangat penting Bung Karno lebih memilih istilah-istilah Jawa. Itu kami temukan di banyak bukunya.”

Dicontohkan istilah gotong royong atau gemah ripah loh jinawi. Itu jelas merupakan kearifan lokal. Padahal semua tahu Bung Karno menguasai banyak bahasa. “Tapi ia justru lebih memilih istilah Jawa,” tutur Prof Sahid. Dan sebagian buku-buku karya Bung Karno atau koleksinya menjadi daya tarik tersendiri bagi para peserta. Sebelum mereka mengikuti diskusi menyempatkan untuk melihat.

Dr Lukman Hakim yang mewakili rektor UNS menambahkan Bung Karno adalah Presiden Indonesia yang pandai. Ia memiliki konsep sendiri dan disampaikan sendiri pula. Dan Bung Karno adalah Presiden yang memahami kebutuhan rakyatnya. Jadi kita perlu mensetup pikiran Bung Karno guna memecahkan berbagai persoalan bangsa dan negara,

“Bung Karno Presiden yang paling memahami kondisi rakyatnya,” kata Lukman. Dia selalu berbagai sesuai dengan zamannya. Ketika akan memandirikan ekonomi melakukan penguatan dan nasionalisasi Badan Usaha Milik Negara. Untuk era sekarang hal itu masih relevan untuk dilakukan agar kondisi ekonomi kita meningkat. Salah satunya dengan menyebar BUMN-BUMN yang ada ke seluruh daerah di tanah air.

“Sekarang ini semuanya tersentral di Jakarta. Sihingga pertumbuhan di daerah tidak bisa berkembang baik. Karena seluruh kekuatan ekonomi berada di Ibu Kota,” jelas staf pengajar Fakultas Ekonomi dan Bisnis (FEB) itu. Seminar yang dipandu Prof Sahid menampilkan Drs Suyatno MSi dari perpustakaan Bung Karno, Dr Isharyanto MHum (Javanologi) dan Walikota Solo Fx Hadi Rudyatmo.

Sumber: krjogja.com

Leave a comment

Filed under Perpustakaan

Silahkan Memberikan pesan / komentar

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s