Rekonsiliasi Dana Dekonsentrasi Dan Penyuluhan Pertanggungjawaban Keuangan Perpustakaan Nasional

Jakarta, Perpustakaan Nasional menyelenggarakan acara Rekonsiliasi Dana Dekonsentrasi dan Penyuluhan Pertanggungjawaban Keuangan Perpustakaan Nasional di Golden Boutique Hotel pada hari Senin-Rabu, (8-10/6) tahun 2015. Peserta Rekonsiliasi Dana Dekonsentrasi yang hadir sebanyak 45 orang dan Peserta Penyuluhan Pertanggungjawaban Keuangan sebanyak 60 orang dari Badan Perpustakaan dan Arsip Daerah Provinsi di seluruh Indonesia. Turut Hadir dalam kesempatan tersebut Sekretaris Utama Perpustakaan Nasional, Kepala Biro Umum Perpustakaan Nasional serta Narasumber dari Direktorat Jenderal Perbendaharaan Negara Kemenkeu, Direktorat Jenderal Kekayaan Negara Kemenkeu, KPPN serta KKP Pajak Kemenkeu.

Kepala Bagian Keuangan Joko Sumarto dalam laporan kegiatannya memaparkan materi rekonsiliasi dana dekonsentrasi tahunan terdiri dari gambaran umum akuntansi pemerintah berbasis akrual, Gambaran umum akuntansi pemerintah berbasis akrual, o
verview proses bisnis SAIBA, aplikasi SAIBA, tata cara penyusunan pelaporan keuangan, aplikasi SIMAN, rekonsiliasi dana dekonsentrasi. Sedangkan materi penyuluhan pertanggungjawaban keuangan perpustakaan nasional, perpustakaan penerima dana dekonsentrasi yaitu terdiri dari, Gambaran umum pengelolaan APBN, penatausaahaan pelaporan dan pertanggungjawaban bendahara serta perpajakan. Joko menerangkan materi penyuluhan berupa diskusi dan praktek aplikasi.

Joko juga menjelaskan tujuan diselenggarakan acara tersebut adalah pertama, meningkatkan pemahaman dan mewujudkan persepsi bagi para bendahara dan staf pengelola APBN tentang tata cara pembayaran dan pelaksanaan APBN untuk memperlancar pelaksananan pengelolaan keuangan. Kedua, terwujudanya pengelolaan dan pertanggungjawaban keuangan secara tertib, efektif, efisien, transparan dan akuntabel menuju penyerapan anggaran yang optimal. Ketiga, meminimalisasi terjadinya perbedaan pencatatan yang berdampak pada validasi dan akurasi data yang disajikan dalam pelaporan keuangan untuk mendukung kelancaran pelaksanaan penyusunan pelaporan keuangan pusat. Keempat, penyamaan persepsi penyusunan laporan keuangan tahun 2015 berbasis akrual dan mendukung ketepatan waktu penyampaian laporan keuangan.

Sekretaris Utama Perpustakaan Nasional Dedi Junaedi dalam sambutannya sekaligus yang membuka acara tersebut menyampaikan bahwa maksud diadakannya acara tahunan mengenai rekonsiliasi dana dekonsentrasi yaitu untuk mengetahui adanya peraturan–peraturan baru yang harus selalu di update terutama dalam mewujudkan pemerintahan yang bersih dan akuntabel serta dapat dipertanggungjawabkan. Dedi menjelaskan Perpustakaan Nasional setelah 3 tahun berturut-turut memperoleh Wajar Tanpa Pengecualian (WTP) tetapi pada tahun 2013 turun peringkatnya menjadi Wajar Dengan Pengecualian (WDP) oleh Badan Pemeriksa Keuangan (BPK). Dedi mengemukakan yang melatarbelakangi memperoleh status menjadi WDP dari Badan Pemeriksa Keuangan (BPK) adalah aset yang belum tercatat di BMN, salah satunya adalah koleksi buku langka yang belum bisa ditaksir nilainya karena sangat berharga. Dedi juga meneruskan arahan menteri keuangan ketika di Direktorat Jenderal Anggaran Kemenkeu bahwa kementerian atau lembaga negara yang memiliki anggaran Dana Dekonsentrasi akan diubah menjadi Dana Alokasi Khusus yang langsung disampaikan ke kabupaten/Kota. “Peraturan-peraturan baru mengenai keuangan berubah begitu cepat sehingga perlu setiap bendahara keuangan di masing-masing instansi selalu update dan mempelajarinya secara berkala.” tutupnya.

Sumber: pnri.go.id

Leave a comment

Filed under Perpustakaan

Silahkan Memberikan pesan / komentar

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s