Perpus Taman Kota Sarana Rekreasi Pendidikan

SURABAYA – Rencana Pemerintah Kota (pemkot) menjadikan Surabaya sebagai kampung ramah anak kini terus didukung dengan memperbanyak taman bacaan masyarakat (TBM).

Untuk itulah, selain membangun TBM di perkampungan seperti kantor-kantor RW, kelurahan, kecamatan, rumah susun, dan fasilitas umum seperti puskesmas, pemkot Surabaya juga membuat Perpustakaan di sejumlah taman kota.

Banyak yang sudah mengenal TBM di taman Flora atau kebun bibit di Jalan Raya Manyar Surabaya yang letaknya di tengah hutan kota, cukup besar dan memiliki koleksi buku lebih dari 2000 judul sehingga layak disebut Perpustakaan. Ada lagi taman kota lainnya meski tak sebesar taman Flora sebagai hutan kota, tapi juga punya perpustakaan.

Taman itu merupakan taman Ekspresi yang letaknya di Jalan Genteng Kali tepat di depan Dinas Pendidikan Propinsi Jawa Timur. Perpustakaan ini banyak diminati karena tempatnya yang sejuk dan rindang di bantaran sungai Kalimas, serta dilengkapi fasilitas wifi.

Petugas teknisi perpustakaan taman ekspresi Tyas Dian Eka mengatakan, setiap harinya sekitar 30an pengunjung datang ke perpus itu mulai dari pendidikan anak usia dini (PAUD) hingga orang dewasa. “Pengunjung harian banyak, itu masih ditambah kunjungan rutin pembelajaran luar kelas beberapa sekolah tiap Selasa, Rabu dan Jumat,” ungkapnya, Sabtu (6/6/15).

Sekolah yang berkunjunga lokasinya memang berdekatan dengan taman ekspresi, seperti SD Aisyah Peneleh, SMK Rajasa, SMP Muhammadiyah 2, serta mahasiswa akademi kebidanan Adi Husada.

Sebanyak 1.500an koleksi buku tersedia, di antaranya buku cerita, pendidikan, budaya, religi, bahasa, maupun teknik psikologi dan kedokteran.

“Anak-anak paling banyak membaca buku cerita dan novel,” tambah Tyas.

Audi Zahra mahasiswi Institut Teknologi Sepuluh Nopember Surabaya (ITS) jurusan elektronik industri itu selalu menyempatkan diri membaca di perpus taman ekspresi.

“Biasanya 3 kali seminggu, kalau ada waktu luang pasti mengerjakan tugas disini. Apalagi ada wifi. Kadang juga mengajari anak-anak membaca saat mereka kunjungan,” ungkap mahasiswi yang tinggal di daerah Ampel ini.

Perpustakaan yang sudah berdiri sejak tahun 2011 itu beroperasi setiap hari Senin sampai Kamis, pukul 07.30-16.00 WIB. Sedangkan pada hari Jumat dan Sabtu hanya sampai pukul 14.30 WIB. Tiap buku bacaan yang dibaca tak perlu dikembalikan ke rak buku, sebab sudah ada petugas yang akan merapikannya.

Namun petugas jaga sedikit mengeluhkan keadaan Perpus terbuka itu apalagi saat musim hujan tiba.

“Kami masih terkendala bocor kalau hujan, airnya juga masuk ke tempat membaca kalau hujannya disertai angin. Sudah kami ajukan untuk diperbaiki tapi masih menunggu realisasi,” ungkap Tyas.

Sumber: tribunnews.com

Leave a comment

Filed under Perpustakaan

Silahkan Memberikan pesan / komentar

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s