Minat Baca Rendah, Indonesia Kekurangan Buku Bacaan Anak

SENAYAN-Selain minat baca anak yang masih rendah, ternyata Indonesia juga kekurangan buku bacaan anak, terutama untuk daerah-daerah 3T (terdepan, terluar, tertinggal). Menteri Pendidikan dan Kebudayaan Anies Baswedan membenarkan hal tersebut.

“Kami punya pengalaman, di pelosok kita tidak melihat alat (buku) apa saja yang di baca,” katanya di Perpustakaan Kemendikbud, Jumat (29/5/2015) pagi.

Anies yang juga hendak menggalakkan gerakan 10 menit membaca mulai pertengahan Juni itu menyebutkan, untuk membiasakan anak membaca, buku-buku yang disediakan harus buku bagus.

“Pemerintah harus memastikan di tiap SD harus ada perpustakaan yang memadahi. Buku apa saja bisa dibaca, yang penting diseleksi oleh orangtua,” katanya.

Tidak hanya itu, menurut mantan rektor Universitas Paramadina itu, jumlah literatur untuk anak-anak masih sangat kurang. Tidak hanya itu, penulisannya pun, menurut Anies kurang nyambung dengan anak-anak.

“Kalimat yang ditulis belum tentu nyambung. Karenanya, tingkatkan kreatifitasnya untuk menceritakan isi buku kepada anak-anak,” katanya.

Program kementerian untuk meningkatkan anak-anak giat membaca di antaranya dengan pembiasaan 7-8 halaman per hari, bulan, semester yang kesemuanya dibangun di sekolah.

Sumber: tribunnews.com

Leave a comment

Filed under Perpustakaan

Silahkan Memberikan pesan / komentar

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s