Kerennya Perpustakaan TIM Cikini: Begini Asyiknya Anak-anak Bermain di Perpustakaan Cikini

Jakarta – Perpustakaan DKI Jakarta di Cikini, Jakpus, memiliki keunikan tersendiri. Di bagian perpustakaan untuk anak, tersedia berbagai permainan edukatif dan wahana bermain gratis.

Meski belum resmi dibuka, perpustakaan yang berada di kawasan Taman Ismail Marzuki, Cikini, ini sudah mulai ramai dikunjungi. Terutama setelah informasi mengenai perpustakaan dan layanan anak tersebut beredar di media sosial.

“Memang sejak ada yang infokan di facebook pengunjungnya jadi naik drastis, lebih dari 100 persen. Sejak Kamis minggu lalu,” ujar seorang pegawai perpustakaan kepada detikcom Zihan, Kamis (28/5/2015).

Layanan anak di perpustakaan ini berada di lantai 2 dan memiliki 2 ruangan yang dipisahkan oleh sekat kaca. Ruangan pertama untuk anak balita, dan ruangan kedua untuk anak usia di atas 5 tahun.

Bukan hanya sekedar buku bacaan saja yang disediakan di perpustakaan ini, berbagai permainan edukatif seperti mainan kayu, puzzle, Lego, papan magnet, playmart, blocks plastics, hingga games canggih pun tersedia.
Sejumlah wahana anak seperti perosotan, kolam mandi bola, ayunan, mobil dan motor-motoran semakin melengkapinya.

Tak jarang terdengar tawa anak lucu dari ruang bermain di area balita. Namun karena wahana permainan berada di paling pojok, anak-anak yang sedang membaca di ruangan sebelah tak akan merasa keberisikan. Pihak perpustakaan memberikan peringatan yang ditempel di beberapa spot agar anak-anak balita selalu ditemani orangtua.

Saat detikcom berkunjung, ada belasan orangtua yang mengajak anak-anaknya datang dan bermain bersama-sama. Salah satunya adalah Inno Adrie, warga Matraman, yang mengajak putrinya, Giselle Natali (5).

Sambil menemani Natali bermain, Inno menyatakan sangat senang dengan adanya fasilitas seperti itu. Menurutnya, bentuk seperti ini merupakan salah satu solusi bagi orangtua yang disediakan pemerintah.

“Ini bagus karena banyak mainan edukasi, permainannya juga lengkap. Biasanya kalau orangtua harus kerja keras untuk beli mainan anak, tapi ternyata ada solusi lain. Ini yang saya suka dari pemerintah sekarang banyak solusi yang diberikan. Di sini mainannya lengkap dan aman,” ungkap Inno.

“Aku suka di sini, ada banyak mainan. Aku mainan otoped, ayunan, perosotan. Sama flying fox-nya seru banget,” imbuh Giselle sambil bermain puzzle balok.

Sama seperti Inno, Nuraini yang datang bersama 2 saudara perempuannya menganggap layanan di Perpustakaan Cikini sangat memuaskan. Nuraini dan kakak-kakaknya sama-sama membawa anak-anak mereka.

“Di sini ngajak bermain anak bisa lebih irit tapi edukasinya ada. Bisa kenalan dengan anak-anak lain jadi mereka bisa berteman. Saya tahu soal ini dari teman di facebook,” kata Nuraini sambil mengawasi sang anak bermain perosotan.

Layanan anak tersebut ternyata juga cukup digemari oleh anak-anak yang tinggal di sekitar Perpustakaan Cikini. Hampir setiap hari, 4 anak perempuan yang tinggal di Kali Pasir datang untuk bermain. Mereka adalah Saskia, Ica, Tiara, dan Nia.

“Tahu ada kayak gini karena rumahnya deket. Kalau ke sini main games sama baca buku. Bisa pinjem buku juga di bawa ke rumah karena punya kartu anggota,” ucap Tiara yang sedang asyik bermain games musik dengan tiga temannya itu.

Ruangan permainan anak sendiri cukup luas sehingga anak-anak bebas bermain. Ruangan yang ditata apik dengan berbagai barang warna-warni dan gambar-gambar kartun lucu menjadikan anak betah berlama-lama.
Layanan serupa ternyata juga ada di Perpustakaan DKI yang berada di bilangan Kuningan, Jaksel. Perpustakaan tersebut ternyata sudah lebih lama ada dibanding Perpustakaan Cikini.

“Perpustakaan untuk tingkat provinsi di DKI ada 2. Di Cikini ini dan di Gedung Nyi Ageng Serang di lantai 7 dan 8, Kuningan. Kalau perpustakaan daerah kami ada 6 di masing-masing wilayah,” terang Kabid Perpustakaan Provinsi DKI Jakarta Yeni Yunaini di kantornya.

Perpustakaan Cikini yang mulai soft opening sejak 30 Maret lalu itu untuk saat ini belum beroperasi normal. Pengunjung bisa datang tanpa dipungut biaya setiap hari Senin-Jumat pukul 09.00-16.00 WIB.

Rencananya perpustakaan akan resmi dibuka saat HUT DKI Juni nanti. Setelahnya layanan akan dibuka hingga pukul 20.00 WIB, termasuk Sabtu dan Minggu.

“Pak Gubernur ada konsep bagaimana buku-buku yang ada bisa dekat dengan masyarakat, agar masyarakat dengan mudah mendapatkan akses bacaan. Makanya kita lakukan cara-cara persuasi seperti ini,” tutur Yeni.

Sumber: detik.com

Leave a comment

Filed under Perpustakaan

Silahkan Memberikan pesan / komentar

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s