Kekurangan Buku Masih Menjadi Masalah Utama

Permasalahan kekurangan  ketersediaan buku pelajaran juga terjadi pada buku  cerita anak. Menurut ketua umum Yayasan Anak Indonesia Suka Baca, Yanti Sugarda, dalam menumbuhkembangkan budaya membaca bagi anak-anak tentu membutuhkan sarana.

Yanti menyebutkan, sejauh ini, ketersediaan buku-buku  cerita anak masih belum seimbang karena pada umumnya, masih didominasi oleh buku-buku  bacaan  orang dewasa.

Hal itu  menurut Yanti, dipengaruhi oleh sedikitnya jumlah pengarang atau penulis  buku khusus buku anak.

” Literatur kita belum belum memadai. Buku sejauh ini dicetak  kebanyakan untuk dewasa. Ada juga pengarang yang khusus anak kecil, tetapi masih minim,”kata Yanti  usai menghadiri acara 10 menit membaca yang dicanangkan oleh Menteri Pendidikan dan Kebudayan (Mendikbud) Anies Baswedan, di gedung Kemdikbud, Jumat, (29/5).

Selanjutnya, untuk buku bacaan berjenis komik, Yanti yang berprofesi sebagai psikolog mengatakan, komik bagus, jika tidak menceritakn kekerasan, karena dilengkapi oleh visual yang menarik minat anak untuk  membaca.

“Karena di situ ada tulisan dan menarik juga secara visual, dan  asal dibuatnya bagus, itu gak apa-apa,”ujarnya.

Yanti juga menilai, budaya mendongeng di Indonesia dari orang tua ke anak sampai saat ini belum terlihat. Namun, Ia tetap menyarankan untuk selalu ingat akan  warisan cerita  perwayangan yang telah menjadi budaya panggung  merupakan warisan leluhur  dari jaman dahulu.

Sumber: beritasatu.com

Leave a comment

Filed under Perpustakaan

Silahkan Memberikan pesan / komentar

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s