Minat Baca Rendah, Kantor Perpustakaan dan Arsip Meranti Sepi Pengunjung

SELATPANJANG – Meski setiap tahun jumlah buku di Kantor Perpustakaan dan Arsip Kabupaten Kepulauan Meranti terus ditambah, namun jumlah pengunjung yang datang tidak ada peningkatan. Jumlah pengunjung dari tahun ke tahun tetap stagnan, bahkan cederung sepi.

Hal ini berdasarkan data dari jumlah pengunjung yang datang di Perpustakaan Daerah setiap harinya tidak lebih dari 20 orang. Jumlah ini sangat jauh dengan jumlah wajib baca yang ada di perpustakaan tersebut yang menargetkan sebanyak 100 orang perharinya. Artinya minat baca masyarakat di Meranti saat ini masih rendah.

Berdasarkan data UNESCO, persentase minat baca anak Indonesia sebesar 0,01 persen. Artinya, dari 10.000 anak bangsa, hanya satu saja yang memiliki minat baca.

Kepala kantor Perpustakaan dan Arsip Kabupaten Kepulauan Meranti, Syamsuddin mengatakan bahwa penyebab rendahnya minat baca, terutama di kalangan pelajar, karena kurangnya kepedulian mereka untuk lebih dekat dengan buku. Selain itu, diakui pula bahwa, ini merupakan dampak dari kemajuan teknologi yang sudah sangat menyeluruh.

“Sekarang orang-orang mencari informasi itu banyak melalui internet karena lebih cepat dan praktis,” ujar Syamsuddin, Rabu (27/5/2015).

Dengan begitu, lanjut dia, keberadaan perpustakaan semakin dilupakan dan berdampak pada jumlah pengunjung perpustakaan yang semakin menurun. Padahal menurutnya, jika berkunjung ke perpustakaan akan banyak ilmu yang diperoleh. Karena, banyak buku yang bisa dibaca secara langsung dan lengkap. Selain itu, para pengunjung bisa saling melakukan interaksi sosial secara langsung, yang itu tidak bisa didapatkan melalui internet.

Pihak Kantor Perpustakaan dan Arsip Kabupaten Kepulauan Meranti sendiri juga melakukan berbagai upaya untuk mengatasi masalah rendahnya minat baca. Pihak perpustakaan telah melakukan penyuluhan dengan mendatangi sekolah-sekolah, desa dan kelurahan yang ada di seluruh pelosok Meranti.

Biasanya, penyuluhan tersebut dengan menggunakan mobil perpustakaan keliling dan mengadakan lomba minat baca daerah antar kecamatan sampai dengan tingkat Kabupaten yakni mendongeng tanpa buku untuk anak- anak tingkat SD dan SLTP.

“Kami telah mengupayakan agar minat baca masyarakat meningkat dengan menghibahkan sejumlah buku ke setiap desa,saat ini sudah 35 desa kami salurkan buku untuk ditempatkan di setiap masing-masing perpustakaan desa dengan jumlah 200-300 buku per desanya,dan mengoptimalkan pelayanan mobil perpustakaan keliling ke setiap sekolah dan desa di Pulau Tebingtinggi,” jelas Syamsuddin.

Saat ini di Kantor Perpustakaan dan Arsip Kabupaten Kepulauan Meranti terdapat 10 jenis buku mulai dari 000 sampai dengan 900 dan baru sekitar 11.412 buah buku atau sekitar 75 persen yang di input ke database perpustakaan nasional.

Sumber: halloriau.com

Leave a comment

Filed under Perpustakaan

Silahkan Memberikan pesan / komentar

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s