Kuda Pustaka di Purbalingga Mendunia: Luna dan Speed Shadow, Kuda Lucu Si Penyebar Buku di Gunung Slamet

Purbalingga – Ridwan Sururi (41) selama ini bekerja sebagai pengurus kuda. Di rumahnya yang berada di Desa Serang, Kecamatan Karangreja, Purbalingga, Jawa Tengah terdapat tempat perawatan kuda. Dari tiga kuda, hanya Luna dan Speed Shadow yang diajaknya ‘berkelana’ menyebarkan buku.

“Dulu saya punya banyak kuda, tapi sekarang saya sudah tidak punya, ada tempat, makanya pemilik kuda pada memasrahkan ke saya untuk merawat kuda-kuda mereka,” kata Ridwan Sururi kepada detikcom saat ditemui di kediamannya, Sabtu (23/5/2015).

Dia berkisah sekitar sepuluh tahun lalu pemilik Luna, ‘Kuda Pustaka’ adalah seorang kakek yang mempunyai cucu yang saat itu sedang bertamasya di perkebunan stroberi Desa Serang dan menaiki kuda milik Ridwan yang diberi nama Sabet.

“Cucunya pas naik Sabet tidak mau turun, akhirnya kekeknya bilang nanti beli kuda aja yang penting kamu senang, terus cucunya itu mau turun. Ga lama saya dipanggil, tanya-tanya harga kuda, terus bilang tolong carikan kuda untuk cucu saya setelah saya cari dapat si Luna,” katanya.

Setelah kuda tersebut dibeli, kemudian Luna dititipi oleh pemiliknya kepada Ridwan untuk diurus. Setiap bulan Ridwan dikirimi uang untuk biaya mengurus Luna. Namun sudah beberapa tahun terakhir ini sang pemilik tidak berkunjung melihat keadaan Luna.

“Terakhir kemarin, sopirnya bapak (pemilik kuda) telepon bilang katanya lihat saya masuk televisi, terus saya tanya apa bapak tahu, lalu dia bilang bapak tahu dan hanya tertawa,” jelas dia yang meminta disampaikan permintaan maafnya karena menggunakan Luna untuk ‘Kuda Pustaka’.

Selain Luna, ada pula kuda lainnya yang bernama Unyil yang berumur 2,5 tahun, Unyil adalah anak kedua dari Luna. Selama ini Luna sudah dua kali beranak dan anak terakhirnya adalah Unyil. Sedangkan anak pertamanya Luna sudah dijual.

“Luna saya kawinkan muncul si Luna junior tapi jantan saya jual. Hamil kedua lalu ada si unyil, jadi sudah 2 kali beranak,” jelasnya.

Dan yang terakhir adalah Speed Shadow atau si Belang yang berumur 19 bulan. Si Belang merupakan kuda pacu hasil persilangan antara kuda lokal dengan kuda dari Australia yang dibeli oleh Ridwan sejak masih kecil. Karena keterbatasan uang dan rumah yang belum jadi, akhirnya si Belang kembali dijual dan dia dipasrahkan untuk merawatnya.

Awalnya, Ridwan hanya membawa Luna untuk menyebarkan buku. Namun beberapa hari terakhir, dia sempat mengalami keletihan sehingga sulit untuk berjalan hingga akhirnya memunculkan ide membawa serta kuda yang bernama Speed Shadow atau si Belang.

“Giliran TPQ Miftahul Ulum, jaraknya jauh sekitar 2,5 kilometer saya lagi sakit dan tidak bisa jalan, apalagi anak-anak sudah pasti pada nungguin, bisa tidak bisa saya harus datang, akhirnya saya coba pakai si belang, saya pakai si belang untuk mengeret si Luna,” kata Ridwan Sururi kepada detikcom, Sabtu (23/5/2015).

Setelah dirinya mencoba membawa kedua kuda tersebut ternyata enak dan si Belang yang diikutin oleh Luna juga tidak kagetan dan tidak menendang. Luna pun demikian, mau mengikuti si Belang. Kolaborasi kedua kuda tersebut akhirnya menjadi ide yang akan dia gunakan setiap hari Rabu untuk menuju TPQ Miftahul Ulum.

“Perjalanan pertama Luna dan Belang sukses, cuma kendalanya wadah papan tempat buku yang ada dipunggung Luna saya desain untuk dituntun, makanya untuk jarak jauh dituntun dengan kuda lain agak repot,” jelasnya.

Sumber: detik.com

Leave a comment

Filed under Perpustakaan

Silahkan Memberikan pesan / komentar

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s