Kuda Pustaka di Purbalingga Mendunia: Keluarga Dukung Kuda Pustaka Ridwan Meski Tak Hasilkan Uang, Mengapa?

Purbalingga – Ridwan Sururi (41) beruntung. Upayanya menjalankan kuda ‘pustaka’ didukung keluarga. Bahkan sang anak turut membantu. Mengapa keluarga mendukung Ridwan menjalankan ‘pekerjaan’ yang tak menghasilkan uang?

“Yang penting bisa menularkan gemar membaca buku ke anak-anak,” kata istri Ridwan, Kartiah (36) kepada detikcom di rumahnya, Desa Serang, Kecamatan Karangreja, Purbalingga, Jawa Tengah, akhir pekan lalu.

Dalam banyak hal, uang tak layak jadi pertimbangan. Ada hal lain yang lebih penting. Kartiah meyakini hal itu. Bagi ibu tiga anak ini, Deni Fabli Fauzi (19), Indriyani Fatmawati (10) dan Dekanatrian Ramadhan (2), begitulah yang harus diambil hikmahnya dari kuda pustaka.

“Bapak pernah bilang gitu (tidak ada uangnya), ya terserah Bapak. Saya sih senang-senang saja. Bangga (kuda pustaka) bisa jalan,” imbuh Kartiah.

Setelah kuda pustaka berjalan selama beberapa waktu, Indriyani ikut membantu. Bersama ayahnya, ia menyambangi TPQ Miftahul Huda pada hari Selasa. Untuk ke TPQ Miftahul Ulum yang jaraknya jauh, ia memilih tak ikut. Sedangkan untuk ke SDN 5 Serang, ia juga tak bisa membantu karena berbarengan dengan jadwal sekolah.

Mengapa Indri akhirnya ikut membantu? “Kasihan, takut (bapak) capek,” kata bocah perempuan ini.

“Saya bangga melihat Bapak dan bisa bantu anak-anak agar rajin membaca,” imbuhnya.

Kuda pustaka Ridwan dijalankan sejak Januari lalu. Berbekal buku-buku kiriman teman dari Jakarta, Ridwan berkeliling di TPQ dan SD seputaran lereng Gunung Slamet. Karena kekurangan stok, buku-buku di Perpustakaan Desa Serang juga ikut ‘diangkut’ dan dipinjamkan ke anak-anak.

Minggu lalu, Ridwan libur sebab anak-anak tengah ujian sekolah. Minggu ini, pria lulusan SMP ini berkeliling lagi. Hobi merawat kuda sekaligus keinginan agar anak-anak gemar membaca membuat Ridwan bersemangat menyusuri jalanan sepi 3 hari dalam seminggu tanpa dibayar oleh siapapun.

Jatno (28), rekan seprofesi Ridwan Sururi (41) saat menyewakan kuda di Lembah Asri Wisata Desa Serang menjadi kuda tunggang mengenal Ridwan sebagai sosok yang luar biasa, bahkan ide membuat perpustakaan keliling sudah sejak lama dia munculkan.

“Dulu pernah bilang mau punya Kuda Pustaka, karena bisa memberi pengetahuan kepada anak-anak, keliling sehingga anak-anak tidak perlu jauh-jauh mencari buku,” kata Jatno saat berbincang dengan detikcom di Lembah Asri Wisata Desa Serang, Sabtu (23/5/2015).

Menurut dia, dengan adanya kegiatan yang dilakukan oleh kuda yang dirawat Ridwan membuat dirinya sangat senang dan mendukung kegiatan yang dilakukan Ridwan. “Saya senang, selain bisa meningkatkan wisata desa jadi terkenal dan maju, upaya ‘Kuda Pustaka’ juga bisa membuat anak-anak mencari pengatahuan lewat situ,” jelasnya.

Dia menjelaskan, dengan kegiatan Kuda Pustaka yang dilakukan Ridwan, banyak pengunjung yang datang juga bertanya apakah kuda Luna itu kuda yang biasa digunakan untuk berkeliling perpustakaan.

“Banyak pengunjung tanya, kuda pustaka yang namanya Luna mana?,” ujarnya.

Dirinya tidak menyangka, kuda Luna bisa menjadi ‘Kuda Pustaka’ yang banyak disukai oleh anak-anak. Bahkan saat dirinya mendatangi TPQ tempat Ridwan meminjamkan buku-bukunya tersebut, dia melihat banyak anak yang dengan serius membaca.

“Saya lihat di TPQ, Anak-anak sangat suka, mereka menikmati bacaan-bacaa yang Mas Ruri bawa. Anak-anak itu fokus. Saya juga ingin baca tapi waktunya belum sempet,” kata Jatno.

Sumber: detik.com

Leave a comment

Filed under Perpustakaan

Silahkan Memberikan pesan / komentar

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s