Mendikbud: Harus Ada Regenerasi Penelitian Warisan Dunia

JAKARTA – Menteri Pendidikan dan Kebudayaan (Mendikbud ) Anies Baswedan mengatakan,  penelitian warisan budaya lokal yang mendapat pengakuan dari dunia harus diwariskan kepada para generasi penerus. Para peneliti yang sudah mendapat pengakuan itu harus melakukan regenerasi.

Anies mengharapkan para peneliti mau  berbagi dan mengajarkan kepada generasi penerus untuk dapat mencintai nilai budaya dan bangsa.

” Saya berharap, para peneliti mau berbagi kepada generasi penerus tentang penelitian budaya lokal untuk diakui dunia,” kata Anies, pada acara Penyerahan Piagam Memory of The Word Unesco Naskah Negarakeretagama dan Dipenogoro, dengan tema ‘ Membartabatkan Bangsa Melalui Ingatan Dunia’,  di Perpustakaan Nasional, Senin, (25/5) petang.

Mantan Rektor Universitas Paramadina mengungkapkan apresiasi kepada para peneliti, yang telah menghasilkan karya. Karya itu, tidak hanya menjadi milik bangsa Indonesia, tetapi telah mendapat pengakuan dari Unesco dan menjadi milik dunia.

Anies menegaskan, catatan sejarah yang menggambarkan masa lalu,  menjadi tujuan mulia melindungi sejarah yang diakui  dan menjadi warisan dunia .

” Pengakuan yang dilakukan oleh Unseco sangat penting menunjukkan tingginya peranan sejarah Indonesia pada dunia. Ini menjadi  sebuah pengakuan atas karya citra bangsa Indonesia yang tidak lagi dianggap warisan lokal tetapi menjadi warisan dunia, ” kata Anies.

Pendiri Indonesia Mengajar itu mengatakan, pengukuhan  yang dilakukan oleh  Unesco merupakan sebuah   pengakuan akan  karya citra bangsa Indonesia di kancah dunia dan menjadi warisan budaya lokal dari pemerintah kepada anak-anak bangsa.

Anies mengharapkan, pengukuhan naskah kuno dapat membuka pikiran anak muda akan kewajibannya mengembangkan dan memperjuangkan 10.300 naskah yang belum mendapat pengakuan dari Unesco.

” Ini menjadi PR kita bersama akan ribuan naskah yang ada di perpustakaan nasional yang belum diakui,” ujarnya.

Anies menuturkan, penyerahan dokumen  pengakuan dari Unesco  tentang memory of the word (Mow) atau ingatan dunia akan sebuah karya yang tidak lagi sekedar warisan budaya lokal tetapi warisan dunia di perpustakaan nasional ini sangat penting.

Kedepannya, Anies berharap anak muda Indonesia untuk  mau membaca dan mempelajari naskah- naskah yang ada dan dapat memperjuangkan  lagi oleh generasi muda.

Anies menghimbau kepada para guru dan kepala sekolah untuk mengajarkan anak-anak tentang warisan budaya untuk diabadikan dan  dideklarasikan. Karena pentingnya kita menyadari tradisi menulis  sebetulnya ada di Nusantara, bukan di negara lain.

“Kita ingin lebih banyak anak muda Indonesia untuk mempelajari sejarah dengan cara kreatif yang dibentuk dalam konteks  kekinian  seperti tentang sejarah Maja Pahit yang dikemas secara kekinian agar dapat  dilestarikan,” katanya.

Sumber: beritasatu.com

Leave a comment

Filed under Perpustakaan

Silahkan Memberikan pesan / komentar

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s